Lihat ke Halaman Asli

Budi Susilo

TERVERIFIKASI

Bukan Guru

Begini Kiat dan Sikap Menghadapi Cuaca Ekstrem

Diperbarui: 27 April 2023   21:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi cuaca panas, suhu panas. (SHUTTERSTOCK/VladisChern) diambil melalui kompas.com

Tumben. Hari Kamis (27/4/2023) tidak sepanas sebelumnya. Sampai lebih dari pukul sepuluh pagi sinar matahari tidak begitu menyengat. 

Biasanya pada hari-hari kemarin ultraviolet jam sembilan pagi membakar kulit. Langit jam satu siang berawan tanpa mendung tebal. 

Suhu Kota Bogor turun hingga di bawah 30 derajat C, padahal sebelumnya bisa mencapai 31-32 derajat Celcius. 

Lumayan gerah, kendati tidak sepanas Ciputat yang sempat mengalami lonjakan suhu hingga 37,2 derajat C (sumber).

Satu anggota WAG Alumni SMA 2 membagikan kiat-kiat menghadapi cuaca panas, yang ternyata disalin dari kompas.com. Artikel Kemenkes Bagikan 9 Tips untuk Hadapi Cuaca Panas yang Tak Biasa itu, disarikan begini:

  • Minum air yang banyak untuk menghindari dehidrasi.
  • Jauhi minuman berkafein, berenergi, beralkohol, dan berpemanis.
  • Gunakan topi atau payung demi mengurangi paparan sinar matahari.
  • Mengenakan pakaianlonggar yang berbahan ringan.
  • Hindari memakai baju warna gelap yang menyerap panas.
  • Usahakan berteduh di antara pukul 11.00 hingga 15.00.
  • ketika panas terik jangan tinggalkan siapa jua di dalam mobil terparkir.
  • Jika keluar rumah, oleskan tabir surya pada kulit terbuka.
  • Sediakan botol penyemprot air di dalam mobil.

Nyontek lagi dari artikel yang sama, pihak Kemenkes mengimbau agar masyarakat mewasapadai gejala ini: berkeringat, kulit kering dan terasa panas, kulit tampak pucat, jantung berdebar, kram, mual/muntah/pusing, urin sedikit dan berwarna kuning pekat.

Begitu sembilan kiat. Diberikan oleh Kemenkes demi menghadapi Panas Ekstrem yang sedang melanda sebagian wilayah kita. Menggunakan elemen dari luar (air, payung, tabir surya). Atau menghindari keadaan yang membuat panas (berteduh) dan penyebab gerah (misal, minuman beralkohol).

Cuaca ekstrem yang given itu sangat sulit diubah. Jika memungkingkan, butuh upaya besar --sangat besar-- mengubah iklim.

Maka, kita bisa menyiasatinya dengan cara-cara yang dibagikan oleh Kemenkes.

Sebelum mengambil kiat-kiat di atas, penting meneguhkan ini:

  • Merupakan perbuatan sia-sia mengeluhkan keadaan yang diberikan itu.
  • Mengeluh mustahil dapat mengubah iklim atau cuaca ekstrem, malahan akan memperburuk keadaan diri.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline