Lihat ke Halaman Asli

Budi Susilo

TERVERIFIKASI

Bukan Guru

Ini Perbedaan Bau Matahari dan Bau Badan Menyengat

Diperbarui: 21 November 2022   12:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Para pekerja proyek terpapar sinar matahari (dokumen pribadi)

Pagi ketika sedang briefing sebelum memulai kegiatan, para pekerja proyek tampak tegap dengan tampilan rapi.

Bersepatu boot menutup tulang kering. Celana panjang. Baju seragam berlengan panjang. Taklupa menggunakan penutup kepala keselamatan atau helm proyek berwarna kuning, merah, biru.

Semua tampak segar bersemangat. Sudah sarapan. Sudah mandi. Wangi sabun dan pengharum badan.

Sore ketika sedang evaluasi progres pekerjaan berikut rencana kerja esok hari, para pekerja proyek tampak berantakan dengan wajah lusuh. Bau matahari pula!

Bau badan karena mereka bekerja fisik selama seharian. Menyelesaikan pekerjaan di bawah sinar matahari.

Demi melunturkan bau badan maka para pekerja, kita juga, rajin mandi. Menggunakan sabun yang sesuai. Handukan lantas mengenakan pakaian bersih. Memakai deodoran. Minyak wangi untuk badan lho, bukan pengharum ruangan.

Ilustrasi menyemprotkan minyak wangi oleh DaModernDaVinci dari pixabay.com

Jangan lupa, menyisir rambut dengan rapi. Kalau perlu pakai tanco (hanya orang dulu paham pomade ini). Demikian sehingga kala makan malam bisa bergaya di depan penjaga warteg yang tersenyum manja.

Satu kawan, salah seorang anggota tim manajemen, demikian sangat sibuk. Kadang lupa makan. Seringnya lupa mandi.

Alhasil badannya mengeluarkan bau aduhai ketika berkumpul dalam rapat manajemen proyek. Rekan-rekan enggan duduk berdekatan dengannya. Bawang banget! Alias mengeluarkan bau badan menyengat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline