Lihat ke Halaman Asli

Budi Susilo

TERVERIFIKASI

Bukan Guru

Jika Kepala Masuk, Maka Badan Pasti Lolos

Diperbarui: 23 Januari 2022   05:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar oleh Artem Podrez dari Pexels

Sekumpulan mahasiswa menyewa kamar kos di tempat sama. Mereka perantau dari Jakarta.

Demikian agar bisa saling tolong bila ada yang mengalami kesulitan. Atau silih mengingatkan agar bangun pagi.

Satu di antaranya memang kebluk. Harus dibangunkan untuk berangkat awal, karena tidak terbiasa bangun saat hari masih dingin.

Ia merupakan aktifis. Bukan saja sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa, tetapi juga aktif berkegiatan di lingkup mahasiswa lintas perguruan tinggi. Pun kerap turut dalam forum-forum diskusi LBH warisan Bung Adnan Buyung Nasution (alm).

Sampai dewasa, kariernya tidak beranjak jauh dari dunia politik.

Saat pulang dari kuliah, seorang kawan panik. Kunci kamarnya tercecer entah di mana. Para sahabat membantu sebisanya supaya ia bisa beristirahat.

Ada yang menggunakan kawat, ia berusaha mencongkel lubang kunci. Gagasan dari film laga tersebut tentu saja gagal.

Sementara sahabat aktivis diam. Memikirkan sesuatu, "aha! Aku tahu caranya. Buka dua kaca nako berikut teralisnya."

Nako adalah jendela bersusun horizontal terdiri dari sejumlah kaca dan batang teralis memanjang. Biasa dipakai pada rumah tahun 1970-an.

Kawan tersebut berteori, "apabila kepala sudah masuk, badan pasti lolos."

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline