Lihat ke Halaman Asli

Ruang Berbagi

TERVERIFIKASI

🌱

Maaf, Bukan Foto Gunung, tapi Inilah Indikator Kualitas Udara yang Valid

Diperbarui: 20 Februari 2021   06:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pemandangan Gunung Gede Pangrango dilihat dari Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pagi.(Ari Wibisono/Instagram wibisono.ari)

Baru-baru ini kita dihebohkan kontroversi "foto tempelan" yang melibatkan dua fotografer. Bermula dari unggahan foto Gunung Gede Pangrango karya Ari Wibisono di akun Instagramnya @wibisono.ari, Rabu (17/2/2021). 

Ari menulis kepsyen "Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan Kualitas udara sedang bersih Jakartans ?? #JakartaLangitBiru." 

Unggahan itu dituit ulang warganet, dan juga akun Twitter @dinaslhdki yang merupakan akun resmi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Unggahan foto itu makin ramai dikomentari setelah fotografer senior, Arbain Rambey mencuit:

"Ini foto tempelan. Untuk dapat Pangrango segede gitu, butuh tele panjang lalu motret dari jauh. Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tak memakai tele panjang," tulis Arbain dalam akun Twitternya @arbainrambey.

Ari Wibisono sampai bersilaturahmi ke Redaksi Kompas.com untuk membuktikan keaslian foto Gunung Gede Pangrango yang ia potret. Produser Program Kamar Gelap Kompas.com, Dino Octaviano lantas mengecek metadata EXIF foto dan pengecekan kualitas pixel foto lewat lewat aplikasi olah digital Photoshop. Dino tak menemukan tak ada indikasi bahwa foto ini foto manipulasi.

Maaf, bukan foto gunung indikator kualitas udara yang valid

Foto Gunung Gede Pangrango yang terlihat jelas dari Kemayoran diklaim sebagai indikator kualitas udara bersih. Setidaknya oleh sang fotografer yang lantas menulis takarir foto itu di Twitternya.

Pada hemat saya, kontroversi foto ini justru terletak bukan pada gunung yang terlihat "besar" dalam foto, tetapi klaim bahwa foto gunung yang jelas meski jauh dari Jakarta itu adalah indikator udara bersih (di DKI Jakarta).

Lebih ganjil lagi kala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pun ikut-ikutan mengunggah ulang foto dan menulis takarir "Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan Kualitas udara sedang bersih." (Saya beri warna merah karena tidak sesuai kaidah berbahasa Indonesia yang benar).

tangkapan layar Twitter @dinaslhdki - dokpri

Tentu Dinas Lingkungan Hidup paham, foto gunung Gede Pangrango yang tampak gede bukanlah indikator kualitas udara yang valid. Pastinya para ahli lingkungan hidup mafhum, kualitas udara diukur dengan metode ilmiah. Salah satunya dengan Air Quality Index atau AQI.

Ungkapan dalam takarir "kualitas udara sedang bersih" juga multitafsir. Apa indikator udara bersih di sini? Apa ukuran illmiahnya? Jika memakai AQI, ukuran itu akan lebih jelas dan aman dari tafsiran bebas warga(net). 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline