Lihat ke Halaman Asli

Basrin Ramadoan

Berfikir dan berdzikir, berdzikir dan berfikir

Filsafat, Ilmu, dan Agama

Diperbarui: 24 Februari 2020   07:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Nama: Basrin Ramadoan
NIM   : 19150029
KELAS     : PBA A 2019
Tugas.      : Filsafat ilmu

                   ILMU,FILSAFAT DAN AGAMA

                                            BAB I  
PERBEDAAN ASASI ANTARA MANUSIA DENGAN HEWAN.


Dalam bab ini menjelaskan apa sih perbedaan antara manusia dengan hewan. Menurut   Julien offray de la mattrie  (1709-1751,menjelaskan bahwa seseorang bangsawaan perancis dan penulis  L'homme machine  (1757),menerangkan  kepercayaannya bahwasannya  jiwa adalah produk dari pertumbuhan badani. La mettrie  selalu menunjukan bahwa tidaklah terdapat perbedaan antara manusia dengan hewan .

Banyak sekali definisi manusia bahkan ada yang menyamakan manusia dengan hewan. Manusia adalah hewan yang tertawa.manusia adalah hewan yang menggambarkan lukisan. Manusia adalah hewan yang sadar diri. Manusia adalah dapat merasa malu. Sementara tidak ada hewan lain yang memperlihatkan tanda-tanda pembelaan terhadap proses naturalnya.

Ada definisi  yang lain lebih pada sasarannya pembahasaan. Bahwasannya  manusia adalah hewan yang memiliki perilaku atau moral, oleh karena itu, manusia dapat merasakan penyesalan dan juga bisa merasakan rasa sakit hati. Dalam hal ini biasanya membawa manusia pada khayalan, bahwa kembali kepada pra keadaan hewani  yang dapat melegakkan perasaan. Jadi kesimpulannya adalah perbedaan antara manusia dengan hewan itu dibagi menjadi beberapa poin:

Manusia adalah"sejenis" hewan juga
Manusia mempunyai perbedaan tertentu dibandingkan dengan hewan
Ditinjau dari segi ruhaniyah perbedaan antara manusia dengan hewan adalah prinsipil,fundamental,asasi.
Ditinjau dari segi jasmaniyah, perbedaan antara manusia dengan hewan adalah gradual,dan tidak asasi.
Ditinjau dari segi ruhaniyah, maka keistimewaan manusia dibandingkan  dengan hewan terlihat dari kenyataan bahwa mnusia adalah seseorang atau suatu pribadi, makhlik yang berakal sehat, sadar diri, berbicara berdasarkan akal pemikirannya.

                                                BAB II
                                  MANUSIA MAKLUK PENCARI KEBENARAN
Manusia adalah hewan yang tukang bertanya
Guru besar filsafat mengatakan bahwa manusia itu adalah makhluk yang suka bertanya. Mengenai maksud dan tujuan makna dan hakikat kenyataan,hanya manusia sajalah yang mendapatkan antara keindahan dan kejelasan,antara kebaikan dan keburukan, antara lebih baik dan lebih buruk. Jika hewan diberikan naluri maka dihadiahi akal pikiran.

Manusia adalah hewan yang berfikir
Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakkan oleh para pemikir di berbagai waktu dan tempat.tampaklah jelas bahwasaannya keistimewaan manusia terlihat jelas dalam kenyataanya kemampuan untuk berfikir.sebagaimana logika dari aristoteles. Maka patut kuat untuk diduga bahwa rumusan tentang manusia termaksud berasal dari beliau.

Hubungan "tanya"dan "berfikir"
Salah satu yang bernama Berlling menyimpulkan bahwasannya manusia itu adalah hewan tukang bertanya, bagaimana hubungan antara "tanya"dan "berfikir"?.orang yang bertanya, orang yang tidak beratanya,tidak pernah berfikir.hakikatnya kenyataan yang sesungguhnya yang tidak bergantung pada pandangan manusia itu pun,akhirnya,ciptaan pemikiran manusia.sebab baik mengemukakkan suatu persoalan dan mampu memjawabnya.

 BAB III
TEORI TENTANG KEBENARAN

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline