Lihat ke Halaman Asli

Herman Wahyudhi

PNS, Traveller, Numismatik, dan Pelahap Bermacam Buku

Just Sharing, Ganti Layar Samsung J7 Pro 1,2 Juta Rupiah

Diperbarui: 15 Januari 2020   17:31

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Inovasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

Kejadiannya setelah Lebaran 2019 kemarin. Waktu itu memang handphone saya dipakai oleh anak sulung. Buat tathering main game online. Besok paginya sewaktu akan di-charge, saya agak heran kok pada layar handphone bagian kanan bawah ada titik hitam sebesar kuku kelingking.  Mirip matahari tetapi bewarna hitam.  

Awalnya tidak terlalu mengganggu karena hanya bagian kanan bawah saja. Saya masih bisa membaca berita dan melakukan kegiatan foto. Main game on line pun masih tak masalah meski agak tak enak melihat titik hitam itu.

Namun semakin hari ternyata titik itu semakin lebar.  Mulai dari ukuran ibu jari, lalu setengah layar gelap (saya mulai kesulitan menggunakan handphone), hingga memenuhi layar. Di-charge masih bisa tetapi saya tak bisa lihat apa-apa di layar. Saya browsing di internet ini namanya layar mati total.  

Di situs jual beli online banyak menawarkan barang layar Samsung J7 Pro murah meriah.   Tapi banyak yang mengeluh kalau layarnya tak sesensitif dulu.   Malah ada yang touchscreen tak berfungsi.   Bahkan retak ketika ditaruh di saku celana.   Memang harga tidak menipu kualitas.   Lebih baik beli yang original daripada yang kw kw......

Di Youtube juga banyak tutorial cara mengganti layar Samsung J7 Pro yang rusak.   Ada yang membeli panel layar baru atau dengan sistem kanibal (menggunakan Samsung J7 Pro yang mesinnya rusak tetapi layarnya masih bagus).  Lebih parah lagi menggunakan layar kw.   Biayanya memang lebih murah.   Teman menyarankan, beli saja layar yang kw melalui on-line lalu service-nya di tempat non resmi saja.  

"Ngga sulit kok ganti layar.  Mereka pasti bisa."

Saya tidak yakin dan akhirnya memilih Samsung Service Center yang resmi.   Setelah yang tanya-tanya sama mba CS-nya ternyata mahal juga.  Yang original 1,2 juta rupiah sudah termasuk biaya service.   Beli handphone baru?  Dengan harga segitu, belum dapat spec sebaik Samsung J7 Pro.  Apa boleh buat, tak ada pilihan.  Pilih handphone itu punah atau diperbaiki.

Biasanya perbaikan ganti layar (satu panel) hanya satu jam.  Tetapi karena stock barang sedang kosong, saya diminta tunggu 3 hari. Menunggu barang kiriman dari pusat.  Saya minta aplikasi yang ada diformat ulang sesuai bawaan pabrik. Data yang ada di handphone saat minta dihapus semua.   Buat surat perjanjian bahwa saya setuju semua data yang ada di handphone dihapus.  Tanda tangan, beres. 

Sebelum layar handphone gelap total, saya sudah buru-buru memindah semua data penting.  Nomor kontak, foto-foto, dokumen pdf, semuanya saya pindahkan ke harddisk komputer rumah. Copy semua dan dipindahkan ke handphone jadul, Samsung S5, sambil menunggu Samsung J7 Pro selesai.   

Tiga hari kemudian saya ditelpon pihak Customer Service, bahwa perbaikan layar telah selesai. Ambil dan bayar 1,2 juta rupiah (kalau beli cilok dapat berapa ya?). Ternyata memang hasilnya rapih dan bagus.  Layar seperti baru kembali.   Layar yang rusak diberikan kembali kepada saya.  

"Buat kenang-kenangan, Pak," kata mba Service Center sambil tersenyum.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline