Lihat ke Halaman Asli

Penerapan Budaya Positif di Sekolah

Diperbarui: 2 Februari 2023   10:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

A. LATAR BELAKANG

           Sekolah merupakan rumah ke dua bagi murid untuk membentuk karakter dan pembiasaan yang baik untuk mereka terapkan di kehidupannya. Dalam membentuk suatu karakter murid yang baik diperlukan suatu budaya positif dimana budaya positif ini merupakan suatu bentuk perubahan yang harus dijalankan di sekolah terutama melakukan peraturan secara konsisten dan disini nilai dan peran seorang guru diharapkan dapat dilakukan dengan baik sehingga visi sekolah dapat tercapai yaitu mewujudkan karakter profil pelajar Pancasila sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara

B. Rancangan Tindakan Aksi Nyata

         Pengembangan budaya positif di sekolah adalah tugas seluruh civitas sekolah termasuk guru dan kepala sekolah. Masing-masing guru maupun kepala sekolah tentunya memiliki inisiatif dan cara tersendiri sesuai pemahamannya dalam menerapkan budaya positif untuk mengatasi masalah yang dihadapi, guru harus memiliki kesamaan persepsi atau kesepahaman tentang cara yang benar menerapkan budaya positif di sekolah. Perlu dilakukan refleksi penerapan budaya positif yang sudah diterapkan selama ini tentang konsep budaya positif yang benar sesuai filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara guna meluruskan kembali apa yang kurang dalam pelaksanaan budaya positif yang telah diterapkan di lingkungan sekolah selama ini melalui kegiatan pengimbasan pemahaman budaya positif kepada dewan guru dan tenaga kependidikan di SMPN 32 OKU.

C. TUJUAN

        Aksi nyata ini bertujuan

  1. Terciptanya Budaya Positif di sekolah Guru dan tenaga kependidikan di SMPN 32 OKU dapat memahami konsep konsep budaya positif sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. 

  2. Guru dan kepala sekolah di SMPN 32 OKU dapat termotivasi untuk melakukan budaya positif sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara 

  3. Memberikan Pemahaman Teori Lima Posisi Kontrol. Memberikan Pemahaman Teori Segitiga Restitusi yang terdiri dari menstabilkan Identitas, Validasi Tindakan Yang salah dan Menanyakan Keyakinan)

D. TOLAK UKUR

        Kegiatan aksi nyata ini dikatakan berhasil apabila telah memenuhi tolak ukur sebagai berikut ;

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline