Lihat ke Halaman Asli

Ikhwanul Halim

TERVERIFIKASI

Penyair Majenun

Hopelessly Devoted to Emma

Diperbarui: 15 Februari 2023   09:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

telegraph.co.uk

Emma menatap angka-angka dan mengerutkan keningnya tujuh lipatan.

23.1 Instagram followers, IPK 3.97, dan 0 relationship. Bagaimana bisa dia menjadi mahasiswi Teknik Kimia selama empat tahun dan hanya merasakan beberapa kencan pertama yang berujung malapetaka?

Mengambil ponselnya yang bertatahkan blink-blink, dia menelusuri Instagram untuk postingan Valentine Day (#myvalentine #truelove #4evurrr #bae) sampai perutnya bergolak ingin memuntahkan coffee latte ramah lingkungan. Setidaknya, kalau pun sampai terbuang, isi perutku tidak merusak ekosistem, pikirnya.

Mencari-cari di Google secara acak, dan—

“Em? Em. Ground control to Emma Jannatul Rahmania!”

Emma tersentak dari kesibukannya dan mengintip ke balik ponselnya. “Oh, Erfan. Kamu, toh.”

Dia mencopot iPods dari telinganya. "Apakah tante Della akan terbang untuk menghadiri wisuda?" Tante Della mamanya Erfan.

Bocah laki-laki itu melompat ke salah satu tiang beton dan berdiri seimbang di sana, dengan tangan di saku. "Ya. Mama datang untuk menyeretku kembali ke Banda Aceh.”

Bukan ‘bocah laki-laki,’ Emma mengoreksi dirinya sendiri. 

Erfan telah membudidayakan janggut yang membuat mahasiswa sastra Inggris cemburu dan mahasiswi menulis puisi yang mengerikan jeleknya. Tapi dia sudah mengenal Erfan sejak kelas lima, jadi dia selalu menganggapnya bocah. Dia punya foto murid-murid sekelas di Dropbox. Atau Tumblr? Mungkin Pinterest…

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline