Lihat ke Halaman Asli

Dokter Avis

TERVERIFIKASI

Dokter Anak

Jangan Panik Jika Anak Kejang Demam

Diperbarui: 23 September 2020   20:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi anak sakit. source shutterstock via KOMPAS.com

"Dok...anak saya kejang" seorang ibu tergopoh-gopoh membawa anaknya umur dua tahun paska kejang di rumah. Tampak ada bekas hitam kopi di bibirnya dan kekuningan di dahinya. Saat diukur suhu tubuhnya 38 derajat celcius. 

Pernahkah anak anda kejang atau step saat demam tinggi?

Tentunya sebagai orangtua anda akan panik dan segera mendekap anak anda, berharap kejang akan berhenti.

Kejang selalu menjadi momok menakutkan bagi orangtua apalagi jika itu pertama kalinya melihat anak kejang.

Berbagai mitos seperti diberi kopi maupun dibalur beraneka rupa herbal dipercaya dapat mengurangi kejang, padahal tidak benar. Bahkan kejang demam sering dikira ayan atau epilepsi padahal bukan.

Apa itu kejang demam 

Kejang demam merupakan kejang yang murni karena demam di atas >38 derajat Celcius dan bukan karena infeksi otak.

Kejang demam sering dijumpai dan terjadi pada 2-5% anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Puncaknya terjadi pada usia 18 bulan dan menurun kejadiannya pada anak di atas 3 tahun.

Namun jika sebelumnya ada kejang tanpa demam maka kondisi sekarang tidak dapat dikategorikan sebagai kejang demam.

Penyebab demam saat kejang demam berasal dari berbagai infeksi seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), infeksi telinga (otititis media akut), infeksi saluran kemih (ISK), maupun infeksi virus.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline