Lihat ke Halaman Asli

Aris Heru Utomo

TERVERIFIKASI

Penulis, Pemerhati Hubungan Internasional, kuliner, travel dan film serta olahraga

Sikap Tiongkok Atas Serangan Militer Iran Kecewakan Israel

Diperbarui: 17 April 2024   06:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Serangan militer Iran ke Israel, sumber gambar: Kompas.com

Pada Sabtu (13/4), untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan Iran dengan Israel, Iran melakukan serangan militer langsung terhadap Israel dengan meluncurkan lebih dari 200 drone, rudal jelajah, dan rudal balistik. Iran beralasan, serangan yang dilakukan tersebut merupakan balasan atas tindakan Israel menghancurkan konsulat Teheran di Suriah pada 1 April lalu yang menewaskan 12 orang, termasuk dua jenderal elit Iran.

Terlepas dari alasan Iran, serangan militer tersebut memunculkan reaksi dari berbagai pemimpin negara di dunia. Ada pemimpin negara yang tegas-tegas mengutuk keras serangan militer tersebut seperti Ukraina, namun ada yang sekedar menyesalkan terjadinya serangan militer Iran seperti yang dilakukan Tiongkok.

Seperti disampaikan juru bicara Kemlu Tiongkok yang tidak disebutkan namanya, Beijing menyampaikan "keprihatinan yang mendalam" atas eskalasi yang terjadi dan meminta pihak-pihak terkait untuk bersikap tenang dan menahan diri untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Reaksi Tiongkok yang terkesan datar dan tidak mendukung Israel, tentu saja mengecewakan negeri Zionis ini.

Seperti diberitakan South China Morning Post pada Senin (15/4), Wakil Duta Besar Israel di Beijing, Yuval Waks, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Tiongkok mengenai serangan rudal dan drone Iran.

"Kami mengharapkan kecaman yang lebih keras dan pengakuan yang jelas atas hak Israel untuk membela diri," ujar Yuval Waks.

Alih-alih menanggapi kekecewaan Israel tersebut, pada Senin (15/4), Menlu Tiongkok Wang Yi justru melakukan pembicaraan telepon dengan Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian, membahas ketegangan antara Israel dan Iran.

Seperti diberitakan Kantor Berita Xinhua, dalam percakapan telepon tersebut, Wang yang juga merupakan anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, justru mengutuk dan menentang keras serangan terhadap bagian konsuler kedutaan Iran di Damaskus. Tiongkok beranggapan serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak dapat diterima.

Tiongkok pun mencatat pernyataan Iran bahwa serangan militernya ke Israel merupakan tindakan terbatas untuk membela diri dalam menanggapi serangan terhadap konsulat Iran di Suriah dan menghargai tindakan Iran untuk tidak menargetkan negara-negara regional dan tetangganya. Tiongkok yakin bahwa Iran dapat menangani situasi ini dengan baik dan menghindari gejolak lebih lanjut di kawasan sambil menjaga kedaulatan dan martabatnya sendiri.

Lebih jauh, Tiongkok berpandangan bahwa serangan Iran sesungguhnya merupakan dampak limpahan dari meningkatnya konflik di Gaza. Karena itu Tiongkok mendesak agar Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 2728 yang menyerukan gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas diterapkan sesegera mungkin.

Resolusi yang disetujui 14 negara anggota DK PBB tersebut (AS abstain dan tidak memveto) perlu segera diterapkan oleh semua pihak agar nantinya mengarah pada gencatan senjata yang langgeng dan berkesinambungan. Selain seruan gencatan senjata, resolusi tersebut juga menuntut seluruh sandera dibebaskan segera dan tanpa syarat serta menjamin akses kemanusiaan ke Gaza.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline