Lihat ke Halaman Asli

(Hati-hati) Belum Siap Exist di Media Social Menjadi Boomerang

Diperbarui: 24 Juni 2015   05:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ibas Yudhoyono

Berkicau di media social atau dunia online tentunya mengasikkan dan bisa mengurangi stress yang ada di dalam pikiran kita. Tapi kalau seorang publik figure seperti keluarga Presiden sudah berani masuk ke dunia online seharusnya juga siap untuk dikomentari oleh komunitar online. :) Beberapa saat yang lalu kita mungkin sudah pernah membaca atau mendengarkan berita tentang keluarga Presiden RI disindir melalui beberapa media social. Seperti yang diketahui bahwa Ibu Ani Yudhoyono tersinggung dikomentari tentang foto penggunaan baju batik di pinggir pantai Salah satu follower Ani dengan akun @erie_nya berkomentar, "Baju batik sudah dikenakan di mana-mana, bukan hanya untuk acara resmi saja, namun juga acara setengah resmi, bahkan santai." Ibu Ani bereaksi dengan membalas @erie_nya, "Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Kok anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan dan mampir sebentar ke pantai itu sekalian lewat? Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja?" (sumber : kompas) dan foto Ibas dengan tangan panjangnya. pemilik akun @devi_tri yang pertama kali mengomentari sweater hijau lengan panjang yang dipakai Ibas di foto tersebut. "Wah, Mas Ibas pake baju lengan panjang terus," tulis @devi_tri. Komentar pengikutnya itu kemudian langsung dibalas oleh Ani Yudhoyono. "Ada masalah dengan baju Ibas?" tulis Ani. "Setiap orang punya cita rasa berpakaian sendiri-sendiri. Tak perlu dipermasalahkan. Mau lengan pendek, lengan panjang, terserah saja, sepanjang yang bersangkutan merasa nyaman," imbuhnya. (sumber : kompas) Begitu pula juga Bapak SBY mengambek karena perkataan Beliau di salah satu berita "Jangan keliru lho, saya tidak pernah tutup jalan," kata Presiden saat bersilaturahim dengan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (4/11/2013) lalu. (sumber : tribun) Seperti yang di-quote diatas, sepertinya tekanan psikologis dari komunitas online terlalu berat atau memang belum siap exist di media social? Komentar-komentar seperti itu seharusnya membangun sikap kita apakah ada yang salah terhadap diri kita, baru kita membalas komentar mereka. JIka tidak ada yang salah dengan diri kita, sebaiknya tidak usah ditanggapi dengan serius. Apalagi ini Orang Nomor Satu di Indonesia. Saya yakin begitu komentar itu dibaca oleh jutaan user online, mereka pasti kecewa dan berpikir kenapa Bapak dan Ibu Presiden kita itu kasar ke rakyatnya? Atau memang begitu orang sudah menjabat sebagai orang nomor satu menjadi lupa segalanya? Ini hanya opini saya sebagai rakyat Indonesia yang suka online. Semoga dunia online semakin berjaya dan keluarga Presiden bisa mengikuti perkembangan dunia online.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline