Lihat ke Halaman Asli

AyahArifTe

Penulis, Ayah

Diego Berel, Berprestasi Bukan Kaleng-kaleng, meski Downsyndrome

Diperbarui: 14 Oktober 2022   19:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Diego Berel: Mejeng di samping Balinese Penjor - Dok. foto AyahArifTe 

Kisah anak-anak down syndrome berprestasi selalu saja menarik perhatian. Banyak dari mereka berprestasi di bidang seni. Mereka memang pada umumnya memiliki kekuatan otak kanan yang lebih dominan dari pada anak-anak lain. Otak kanan manusia adalah yang berkaitan dengan hal-hal non-eksakta.

Diego Luister Berel adalah salah-satunya. Pemuda berusia 22 tahun ini adalah pelukis yang punya prestasi bukan kaleng-kaleng (tak main-main)\. Berbagai penghargaan lokal dan internasional dalam berbagai bentuk telah mengisi rak di ruang tamu rumahnya.

Lukisannya yang berjudul Balinese Penjor pada Maret lalu berhasil meraih juara 1 di Galeri Seni Independen The Holy Art Gallery (@theholy.art) yang berbasis di London. 

Dengan kemenangan yang diraih oleh lukisan Balinese Penjor yang menggambarkan kibasan umbul-umbul Penjor itu, Diego berhak melakukan pameran tunggal baik secara luring (offline) maupun virtual di Holy Art Gallery. Di galeri virtual tersebut selain Balinese Penjor ada 4 lukisan karya Diego lainnya yang terpampang pada Februari – Maret 2022.

Lukisan Balinese Penjor ini bersama belasan lukisan Diego lainnya, belum lama ini dipamerkan dalam acara pameran lukisan tunggal bertema “Pulasan Warna Rupa Jiwa” di Hotel Artotel Thamrin. Dalam waktu hampir bersamaan Diego menjadi salah-satu pelukis yang turut berpartisipasi dalam Pameran The Asia Art Show bersama100 pelukis Asia di Kualalumpur, Malaysia.

Balinese Penjor - Dok Foto AyahArifTe

Karya-karya Diego selintas mungkin tak berbeda dengan karya pelukis lain. Namun, mengingat anak pasangan Edhi Rianto dan Sandra ini berkebutuhan khusus rasanya nyaris tak percaya bahwa itu adalah karyanya. 

Pada Balinese Penjor terlihat jelas gaya abstrak tapi masih bisa beraturan yang menggambarkan gerak umbul-umbul Penjor. Sehingga lukisan Diego ini bisa dibilang beraliran abstrak surealis. Tak heran kalau Balinese Penjor diganjar penghargaan pertama di platform seni HolyArt Gallery London.

Mengamati karya-karya Diego kebanyakan menggunakan cat acrylic. Ada juga beberapa karyanya yang menggunakan cat minyak. Di website resminya, www.diegoberel.com, bisa dilihat karya-karya Diego di berbagai media seperti kaus, gitar elektrik, koper, tote bag, tumbler, cushion, vas porselen, lampshade, dan lainnya. Menurut Edhi, “Kami sebagai orangtua memberikan kebebasan pada Diego untuk melukis medium apa pun.”

Diego (kiri) bersama orangtua dan tim panitia (kanan) - Dok. Foto AyahArifTe

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline