Lihat ke Halaman Asli

Telur Gabus Si Penyatu Selera Keluarga

Diperbarui: 15 Mei 2020   19:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Telur gabus (IDN Times). 

Masing-masing anggota keluarga saya memiliki kue kering favorit tersendiri untuk menemani Hari Raya. Perbedaan ini membuat sang ibu perlu menyediakan jenis kue kering yang banyak agar setiap orang bisa menyantap cemilan dengan lahap.

Kue kering favorit bapak saya adalah biji ketapang. Makanan yang terbuat dari sagu yang diaduk bercampur dengan santan dan gula pasir. Panganan khas Kepulauan Seribu ini sangat cocok disajikan dengan seduhan kopi.

Sementara ibu saya sangat menyukai sumpia ebi (sumpia udang). Tekstur sumpia yang renyah dan gurih ditambah isian udang yang asin menjadikannya salah satu menu wajib di Hari Raya. Tak lengkap rasanya jika berlebaran tanpa cemilan kue kering yang satu ini.

Adapun kue kering favorit saya adalah nastar. Kue sejuta umat yang pasti ada di rumah mana pun ketika Hari Raya. Apalagi kini sudah tersedia nastar dalam bentuk kemasan dengan rasa yang bervariasi. Menjadikannya salah satu jajanan favorit saya sejak awal kemunculannya hingga hari ini.

Berbeda lagi dengan adik saya. Ia memang kurang menyukai kue-kue kering yang sudah saya sebutkan di atas. Namun kalau sudah dipertemukan dengan putri salju, akan lain ceritanya. Hanya butuh beberapa hari saja baginya untuk dapat menghabiskan satu toples kue yang manis itu.

Tetapi ada satu kue kering yang dapat menyatukan keempat anggota keluarga ini. Karenanya, kue kering yang satu ini biasanya dibeli dalam jumlah yang paling banyak. Pembeliannya dapat mencapai 2 kilogram sendiri, padahal kue yang lain biasanya cukup dibeli sebanyak 0,25 s/d 1 kilogram saja.

Kue itu adalah telur gabus, camilan ringan yang berbahan dasar adonan telur dan tepung sagu atau tepung tapioka. Dinamakan telur gabus karena teksturnya ketika dimakan menyerupai gabus. Sedikit empuk dan bercitarasa gurih-asin.

Kue gabus menjadi kue kering yang cocok untuk lidah semua anggota keluarga kami. Teksturnya yang tidak keras amat cocok bagi bapak dan adik saya. Sementara rasa gurihnya yang sedikit asin amat diminati oleh lidah ibu dan saya sendiri.

Gara-gara pandemi, ibu saya jadi memiliki waktu yang cukup banyak untuk membuat kue kering sendiri, termasuk telur gabus. Selain lebih murah dari segi biaya, bukan tidak mungkin kalau setelah pension nanti ibu saya akan berbisnis kue kering rumahan buatannya sendiri.

Jika Anda tertarik untuk membuat telur gabus di rumah sendiri seperti ibu saya, berikut adalah bahan-bahannya.

  • Tepung sagu 125 gram
  • Keju parut 50 gram
  • Margarin 25 gram
  • Telur berukuran besar 1 butir
  • Minyak untuk menggoreng secukupnya
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline