Lihat ke Halaman Asli

Ari Budiyanti

TERVERIFIKASI

Lehrerin

Menikmati Liburan Santuy dengan Kegiatan Origami dan Melihat Manfaatnya bagi Anak-anak

Diperbarui: 29 Desember 2019   07:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hasil karya Origami bersama keponakan. Photo by Ari

Beberapa waktu lalu, kakak saya mengingatakan agar saya segera pulang kampung begitu liburan tiba. Alasannya karena "murid" saya di kampung sudah menunggu.

Maksudnya adalah keponakan saya, Naira sudah menunggu untuk menghabiskan liburan bersama saya, tantenya. Karena kami orang Jawa, saya lebih familiar dipanggil Bulik oleh keponakan saya. Bulik itu artinya sama dengan Tante.

Hasil karya Origami bersama Keponakan. Photo by Ari

Pagi-pagi, keponakan saya datang ke rumah membawa satu pak kertas origami. Dia ingin membuat aneka karya Origami bersama saya. Tentu saja ini bukan pertama kalinya liburan dihabiskannya dengan membuat aktivitas Origami.

Salah satu kisah kami dalam membuat karya Origami sebelumnya bisa Anda baca di sini: Memanfaatkan-waktu-liburan-sekolah-dengan-berkarya.

Origami (dari ori berarti "lipat",  dan kami yang berarti "kertas" dalam bahasa Jepang) merupakan sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. 

Sumber Wikipedia

Foto Naira membuat kipas kertas. Dokumen pribadi

Foto keponakan bersama hasil karyanya, sebuah kipas kertas. Ada kemajuan baik. Saya hanya memutarkan video pembelajaran pembuatan origami beberapa bentuk, dan keponakan saya sudah bisa membuatnya sendiri dengan mudah. 

Beberapa hasil origami yang kami buat adalah bentuk hati, kipas, bintang, perahu, rumah, ikan, uang-uangan logam, dan baju.

Bentuk hati hasil origami. Photo by Ari

Untuk membuat bentuk hati dengan kertas origami, diperlukan kertas berbentuk bujur sangkar. Demikian juga untuk bentuk seperti perahu, rumah, ikan dan bintang. 

Hasil origami menggunakan kertas lipat. Photo by Ari

Membuat kipas dengan kertas lipat sangat mudah dilakukan. Demikian juga membuat ikan. Namun ada kesulitan khusus saat membuat perahu dan pesawat, perlu pemahaman konsep melipat dengan baik. Mengapa demikian? 

Rumah dari kertas lipat. Photo by Ari

Di dalam seni melipat kertas tentu ada tingkatan kesulitan yang berbeda. Jika kita mengajari anak langsung membuat karya yang sulit, bisa membuat anak merasa tidak bisa, gagal dan sulit. 
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline