Lihat ke Halaman Asli

Abad 21

Diperbarui: 27 November 2022   00:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Dia Clara Gunawan, seorang perempuan yang baru saja masuk sebuah SMA Swasta di Jakarta yang cukup ternama pada tahun 1997. Ia punya seorang sahabat karib bernama Niki Zefanya yang sudah dekat dengan Clara sejak sekolah dasar. Sayangnya, Niki harus menunggu untuk operasi transplantasi jantung karena dia memiliki gagal jantung. Dia harus pergi ke Malaysia untuk transplantasi ginjalnya. Tentu saja dia tidak akan bisa bersama Clara di SMAnya yang baru.

Sebulan sebelum masuk SMA, Niki sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Malaysia. Dia memutuskan untuk berangkat dengan kereta untuk sampai ke Jakarta. Ternyata, tempat duduk di dalam kereta sudah penuh, sehingga Ia harus berdiri hingga beberapa stasiun. Kereta lalu mengerem secara mendadak karena menandakan sampainya di satu stasiun. 

Niki pun kehilangan keseimbangannya dan terjatuh mengenai seorang laki-laki yang menggunakan seragam sekolah. “Maaf.” Kata Niki dengan wajah yang malu. Dia membaca nametag yang ada di seragam sekolahnya. 

Namanya Nathanael Setiawan. Nathan lalu menjawab, “Silakan duduk, saya mau turun di sini.” Niki bahagia karena akhirnya dia mendapatkan tempat duduk sekaligus kagum dengan cowok yang telah memberikannya tempat duduk. Dia juga baru menyadari kalua  Nathan satu sekolah dengan SMA yang dituju oleh Clara.

Sesampainya di rumah Niki di Jakarta. Dia segera mengirim email kepada Clara dan memberitahunya bahwa dia mulai menyukai siswa yang bernama Nathan. Dia meminta Clara untuk mencari tahu lebih lanjut tentang Nathan. Niki juga memberitahu Clara bahwa dia sangat sedih untuk meninggalkan Bandung dan mungkin tidak dapat bertemu dengan Nathan di kemudian hari. 

Sebagai teman yang baik, Clara langsung mencari tahu tentang keberadaan Nathan di sekolahnya. Mereka saling berbalas email untuk sharing tentang kehidupannya masing-masing.

Saat hari pertama sekolah, Clara langsung bersemangat dengan bangun lebih pagi dan berangkat ke sekolah tanpa perlu dibangunkan oleh ibunya. Saat sampai di halte bus, dia melihat bahwa bus sudah berjalan, sehingga dia harus mengejarnya. 

Untungnya pak supir melihat Clara dan akhirnya menghentikan bus. Clara dengan terengah-engah masuk ke dalam bus dan dia pun kehilangan keseimbangannya. Ternyata, hal yang sama menimpa Clara. Dia jatuh terduduk dan mengenai Nathan. Clara bingung sendiri kenapa dia dapat bertemu dengan Nathan semudah ini tanpa perlu mencari satu-satu orang di sekolahnya.

Sesampainya di sekolah, dia dimarahi gurunya karena masuk ke bagian SMA yang khusus laki-laki. Dia tersadar bahwa SMAnya adalah SMA campuran tetapi seperti SMA khusus perempuan. 

Satu-satunya cara untuk bertemu semua laki-laki adalah saat jam istirahat di kantin. Saat istirahat yang hanya sekitar 20 menit tersebut Clara gunakan sebaik-baiknya untuk mencari tahu tentang Nathan, mulai dari minuman kesukaan, ukuran sepatu, hobinya yang bermain basket, juga nama teman dekatnya, yaitu Ray Adiputera.

---

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline