Lihat ke Halaman Asli

Ardi Bagus Prasetyo

TERVERIFIKASI

Praktisi Pendidikan

Rekam Jejak Perjalanan Politik Sang "Bapak Proklamator" Indonesia

Diperbarui: 25 Maret 2024   08:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

pinterest.com/© Azhar Firman 2017)

Soekarno, yang lahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo, dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur, Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Masa muda Soekarno ditandai dengan perjuangannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Soekarno aktif dalam berbagai organisasi politik dan pergerakan nasionalis sejak masa remajanya. Dia menjadi salah satu tokoh utama dalam Gerakan Nasional Indonesia dan pada tahun 1927, dia menjadi salah satu pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI), partai politik pertama di Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan.

Peran Soekarno semakin terasa signifikan ketika dia memimpin Indonesia menuju kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Dia memainkan peran utama dalam perundingan dengan pemerintah kolonial Belanda dan menyatakan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Soekarno kemudian menjadi presiden pertama Indonesia dan memainkan peran penting dalam pembentukan negara dan politiknya pada masa itu

Karir dan perjalanan politik Soekarno merupakan bagian penting dalam sejarah Indonesia modern. Setelah proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, Soekarno diangkat sebagai Presiden pertama Republik Indonesia. Sebagai pemimpin, ia berjuang untuk mempertahankan kedaulatan negara baru dari berbagai tantangan, termasuk agresi militer Belanda dan konflik dengan pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.

Dalam bidang politik, Soekarno memegang posisi sentral sebagai pemimpin nasionalis dan pendiri ideologi nasionalisme Indonesia yang dikenal sebagai "Pancasila". Dia juga mendorong politik non-blok selama Perang Dingin, menjaga keseimbangan antara kekuatan Barat dan Timur.

Namun, kekuasaan Soekarno tidaklah tanpa kontroversi. Pada tahun 1959, ia menggulingkan parlemen dan membentuk pemerintahan yang lebih otoriter yang dikenal sebagai "Demokrasi Terpimpin". Era ini ditandai dengan sentralisasi kekuasaan di tangan Soekarno dan tindakan represif terhadap lawan politiknya.

Puncak kontroversi karir politik Soekarno terjadi pada tahun 1965, ketika upaya kudeta yang gagal oleh angkatan bersenjata mengakibatkan pembunuhan sejumlah jenderal tinggi, yang kemudian dituduh sebagai percobaan kudeta yang digerakkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Insiden ini memicu reaksi keras dari militer dan masyarakat yang anti-komunis, yang menyebabkan pembunuhan massal terhadap anggota PKI dan simpatisannya dalam apa yang dikenal sebagai "Pembantaian 1965".

Krisis politik ini melemahkan kekuasaan Soekarno, dan pada tahun 1967, dia dipaksa mundur dari jabatannya sebagai Presiden. Dia digantikan oleh Jenderal Soeharto, yang kemudian mengambil alih kekuasaan dan memerintah Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Soekarno sendiri wafat pada tahun 1970, tetapi warisannya sebagai "Bapak Bangsa" tetap hidup dalam sejarah Indonesia.

Rekam Jejak Perjalanan Politik Ir. Soekarno

Rekam jejak perjalanan politik Soekarno mencakup berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia modern. Berikut adalah beberapa poin penting dalam perjalanan politiknya:

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline