Lihat ke Halaman Asli

Siska Dewi

TERVERIFIKASI

Count your blessings and be grateful

Buku Kecil yang Mengubah Konsep Diriku

Diperbarui: 15 Mei 2021   20:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi konsep diri negatif (sumber foto: freepik)

Pada usiamu yang ke-135 hari, Diari, akhirnya aku menyapamu. Maafkan aku yang terlambat mengunjungimu, Diari.

Bukan karena aku tidak sayang padamu. Bukan! Kamu tahu, aku sangat menyayangimu. Aku hanya tidak ingin membiarkanmu terbuka di hadapan orang lain, karena kamu menyimpan terlalu banyak rahasia hidupku.

Ah, kamu tersenyum. Kamu pasti masih ingat semua rahasia yang aku percayakan kepadamu ketika dirimu masih berupa lembaran buku tulis dengan sampul yang cantik dan memiliki kunci gembok.

Those good old days! Hai, mengapa kini kita saling memandang dengan mata berkaca-kaca?

"Aku menyimpan terlalu banyak air matamu," katamu sendu. "Mengapa kau sebut hari-hari itu "those good old days'?"

Diari, sayangku. Aku akan selalu menyebut hari-hari itu sebagai hari-hari yang baik.

Ya, setiap hari dalam hidupku adalah hari yang baik. Pengalaman dukacita mengajarkan kepadaku untuk lebih bersyukur ketika mengalami sukacita.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Diari, ingatkah kamu, kalimat siapa yang aku kutip dan aku titipkan kepadamu empat puluh delapan tahun yang lalu?

Tepat! Bang Je! lihatlah, Diari, Dia hadir di sini! Dia selalu hadir saat kita memanggil nama-Nya.

Mari kita bernostalgia, Bang Je, Diari.

Khey, pemilik rumah besar tempat aku menumpang menulis, mengajakku berbagi kisah tentang buku kesayanganku saat masih anak-anak. Bagiku, itu adalah nostalgia perjumpaan pertama kita bertiga.

Kelas empat SD, Bang Je, dan Diari

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline