Lihat ke Halaman Asli

Bias Hansi Flick ke Pemain Munchen, Penyebab Utama Perpecahan di Timnas Jerman

Diperbarui: 8 Desember 2022   05:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hansi Flick, pelatih Timnas Jerman (sumber: kilat.com/Firzy Afianur)

Timnas Jerman memang sudah cukup lama tersingkir dari gelaran Piala Dunia 2022 Qatar, tepatnya pada babak penyisihan grup. Meski begitu, pemberitaan dari tim berjuluk Der Panzer ini masih saja hangat dibicarakan.

Banyak fans dan media masih tidak bisa percaya bahwa tim sekelas Jerman bisa tersingkir begitu cepat, padahal dari komposisi pemain tidak begitu berubah signifikan, yang mana kalaupun pemain muda, mereka sudah teruji kemampuannya, sebut saja Jamal Musiala, dan Serge Gnabry.

Raksasa yang sering menjadi mimpi buruk bagi negara-negara lain dalam 15 tahun belakangan, khususnya Brazil yang sudah pernah dibantai 7-1 oleh Jerman pada gelaran Piala Dunia 2014, yang mana kala itu Der Panzer menjadi juaranya.

Setelah drama kampanye LGBT yang membuat Jerman dibenci oleh warganet karena tidak patuh terhadap aturan pemerintah Qatar sebagai tuan rumah, kemudian tersingkirnya mereka dari gelaran Piala Dunia 2022 setelah hanya mampu finish di posisi ketiga klasemen grup E.

Kini setelah beberapa saat kepulangan Jerman dari Piala Dunia 2022 isu tidak sedap mulai muncul dari permukaan setelah insiden pengunduran diri Direktur Teknis Timnas Jerman, Oliver Bierhoff.

"Direktur Teknis Timnas Jerman telah dipecat dari perannya setelah penampilan tim yang buruk di Piala Dunia," tulis akun twitter The Spectator Index, Selasa (06/12/22).

Pemecatan tersebut tentu sangat beralasan, mengingat penampilan Timnas Jerman yang begitu buruk dalam kurun waktu 10 tahun belakangan, khususnya pada Piala Dunia 2018 dan 2022.

Kini beredar rumor mengenai alasan dibalik peforma buruk Thomas Muller cs di Piala Dunia 2022, yaitu bias sang pelatih, Hansi Flick terhadap para pemain Bayern Munchen karena hubungan mereka sebelumnya. Kabar tersebut ditulis oleh media pemberitaan asal Jerman, SPORT BLID, Rabu (07/12/22) kemarin.

Lebih lanjut, hubungan antar pemain mulai panas ketika mendiskusikan mengenai bentuk protes terhadap aturan FIFA dan pemerintah Qatar mengenai pembatasan golongan LGBT.

Dimana saat itu, Manuel Neuer dan Goretzka menyarankan melakukan gestur tutup mulut sebagai bentuk protes Jerman. Hal tersebut ternyata tidak disepakati oleh beberapa pemain lain, seperti Iikay Gundogan, Antonio Rudiger, dan Jamal Musiala, karena mereka tidak ingin menyangkutpautkan sepakbola dengan politik.

Ada juga para pemain yang pasrah dan mengikuti yang lain, dan pada akhirnya saran dari Neuer dan Goretzka lah yang dilakukan, dimana sang pelatih Hansi Flick menyetujui hal tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline