Lihat ke Halaman Asli

Merajut Hati

Yayasan Merajut Hati

Membuka Diri tentang Kesehatan Mental

Diperbarui: 2 September 2022   12:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Source: Pixbay

Mengisolasi diri ketika mengalami gangguan kesehatan mental atau ketika merasa sedih bukanlah hal yang tepat, walaupun kita sadar dengan adanya stigma dan miskonsepsi masalah kesehatan mental yang membuat kita takut atau malu untuk membicarakannya. Selain itu, kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang kesehatan mental juga membuat kita makin sulit untuk membuka diri kepada orang-orang terdekat. 

Harusnya kita hal-hal tersebut tidak menghentikan diri kita untuk membuka diri. Karena dengan jujur tentang keadaan mental kita kepada orang-orang di sekitar kita yang peduli,  kita tidak akan merasa kesepian dan bahkan bisa mendapatkan support untuk melewati masalah kesehatan mental yang sedang kita hadapi. 

Ada beberapa hal lain yang perlu diingat tentang pentingnya terbuka tentang kesehatan mental kita. Salah satunya adalah kita akan merasa lebih kuat karena support dari orang-orang sekitar, sehingga dapat meningkatkan mood, rasa percaya diri, dan rasa memiliki.

Tips-tips membuka diri kepada orang-orang terdekat tentang kesehatan mental kita 


Membuka diri tentang kondisi kesehatan mental kita kepada orang-orang terdekat memang sulit dan menakutkan. Tapi, ini merupakan hal yang harus dilakukan demi meningkatkan kondisi kesehatan mental kita. 

Untuk itu, ada beberapa langkah awal yang bisa kita lakukan untuk lebih terbuka tentang kesehatan mental kita kepada orang-orang di lingkaran utama kita. 

Pertama, cari tahu siapa yang paling kita percaya. Pikirkan secara baik-baik tentang rasa percaya yang mendasari hubungan kita dengan orang tersebut, agar kita bisa memastikan bahwa orang yang kita percaya tulus menjalin hubungan dengan kita. 

Kedua, pertimbangan reaksi yang mungkin akan mereka berikan. Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk menguji reaksi mereka adalah dengan menceritakan film, acara TV, atau buku tentang gangguan jiwa (mungkin yang berhubungan tentang yang sedang kita alami) dan lihat pendapat mereka tentang hal-hal tersebut. 

Ketiga, waktu dan tempat yang tepat. Cari lah waktu dan tempat yang tenang dan nyaman sehingga kamu dapat memiliki percakapan mendalam tanpa ada gangguan.

Ketika kita siap untuk mulai terbuka terhadap orang-orang terdekat tentang kondisi kesehatan mental kita, ada beberapa kalimat yang berguna dan dapat kita utarakan, seperti: "Aku sering merasa Sedih/ Cemas/ Tidak seperti diriku lagi/ Stres/ Kesepian/ Kosong" selama beberapa waktu belakangan ini. 

Kita juga dapat menggambarkan perjuangan kita dengan kalimat: "Aku sedang berjuang menghadapi Perubahan Nafsu Makan/Penurunan atau peningkatan energi/Paranoia/Pengendalian emosi/Menyakiti diri sendiri/Penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol" atau masalah-masalah lain terkait kesehatan mental yang sedang kita hadapi. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline