Lihat ke Halaman Asli

amirmahmuda

Writing on the wall

Penuh Kejutan, Indonesia Berpeluang Raih 2 Gelar di Singapore Open 2019

Diperbarui: 13 April 2019   19:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ginting setelah berhasil menang | twitter @YonexAllEngland

Turnamen Badminton World Federation (BWF) Super 500 Singapore Open 2019 menuai banyak kejutan. Babak semifinal yang diselenggarakan di Singapore Indoor Stadium, 13 April 2019, menyisihkan beberapa pemain unggulan yang digadang-gadang menjadi juara.

Sektor XD

Pasca kemangan Bass/Popor| Twitter @badmintalk

Zheng Siwei/Huang Yaqiong, unggulan 1 asal Tiongkok, secara mengejutkan takluk dari pasangan Thailand, Dechapol (Bass)/Sapsiree (Popor). Dari 6 pertemuan sebelumnya, Siwei/Yaqiong selalu menang. Pertemuan terakhir di Malaysia Open 2019 kemarin dengan kemenangan telak oleh Siwei/Yaqiong, 21-14, 21-9.

Pada pertandingan semifinal ini, Bass/Popor lebih bermain lepas tanpa hambatan. Sempat tertinggal 5-11 di interval pertama, Bass/Popor melejit dengan memperoleh 7 poin secara beruntun hingga membalikan keadaan 12-11. Kemudian, perolehan poin semakin sengit hingga Bass/Popor memenangkan game pertama dengan skor 24-22. 

Pada game kedua, Bass/Popor kembali tertinggal dengan poin yang cukup jauh, 9-14. Bermain tenang dan meminimalisir kesalahan, Bass/Popor meraih 5 poin beruntun hingga menyamakan skor 14-14. Kemudian, Bass/Popor menikung perolehan poin dan berbalik unggul menjadi 19-16. Bass/Popor memastikan kemenangan setelah memastikan terlebih dahulu finish di angka 21-19. 

Ini merupakan kejutan yang cukup besar, sebab Siwei/Yaqiong merupakan pasangan yang cukup ditakuti di sektor ganda campuran. Selain itu, Siwei/Yaqiong dijuluki "monster XD" karena kebanyakan mengalahkan lawan-lawannya dengan 2 set langsung dengan skor yang unggul jauh.

Hafizh/Gloria harus puas jadi semifinalis| twitter @INAbadminton

Kejutan kedua menumbalkan pasangan XD Indonesia, Hafizh Faizal/Gloria Emanuelle yang berstatus sebagai unggulan 7, harus kandas oleh XD non unggulan asal Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, dengan rubber game yabg sangat ketat.

Pada game pertama, Hafizh/Gloria tertekan oleh permainan Tan/Lai, sehingga harus mengakui keunggulan dengan skor 16-21. Pada game kedua, tukar-tukaran poin terjadi. Hafizh/Gloria berhasil memaksakan rubber game setelah menang 22-20. Pada game penentuan, kemenangan Hafizh/Gloria sudah didepan mata, 20-18.

Akan tetapi, Tan/Lai mempu membalikan keadaan dan memperoleh 4 poin beruntun. Hafizh/Gloria kalah nyesek 20-22. Hasil yang sangat baik diberikan oleh Hafizh/Gloria. Semoga di turnamen selanjutnya, Hafizh/Gloria dapat memberikan performa yang lebih matang lagi. 

Sektor WS

Ratu tunggal putri (WS), Tai Tzu Ying (Unggulan 1 asal Taipei)  sukses membuat kejutan dengan memberi harapan palsu untuk Akane Yamaguchi, unggulan 3 asal Jepang). Tai harus merelakan game pertama dengan skor 16-21. Di game kedua, sebenarnya kemenangan sudah ada di depan mata Akane dengan memimpin 16-20. Kemenangan itu sirna ketika Tai justru membalikan keadaan dengan menyamakan kedudukan 20-20. Game kedua ini dimenangkan Tai dengan skor 24-22.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline