Lihat ke Halaman Asli

Disbudpar Bakal Gelar Pekan Budaya Daerah SulSel 2019

Diperbarui: 22 Agustus 2019   22:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Permainan rakyat lari kelereng.

Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) akan menyelenggerakan sejumlah lomba di Benteng Somba Opu, Kota Makassar.

Tepatnya tanggal 24 hingga 28 Agustus 2019. Setidaknya ada 10 jenis kegiatan akan mewarnai event bertajuk Pekan Budaya Daerah SulSel 2019.

Untuk itu Disbudpar mengajak masyarakat SulSel meramaikan sekaligus ikut berlomba. Betapa tidak, disamping status juara menanti, keseruan berlomba tak kalah pentingnya.

Seperti disampaikan Syamsuniar Malik selaku Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Disbudpar SulSel bahwa lomba yang disiapkan berupa permainan tradisional yang dulu sangat jaya dimainkan masyarakat SulSel pada khususnya.

"Lombanya seputar permainan rakyat atau permainan tradisional. Ada lari kelereng, makan kerupuk dan tarik tambang", jelasnya.

Jenis lombanya yakni ma'longga, ma'gasing, cerita rakyat dan kuliner khas daerah. Ditambah lomba hiburan berupa makan kerupuk, tarik tambang, lari kelereng, memasukkan paku dalam botol dan sepeda lambat.

Banner Pekan Budaya Daerah SulSel 2019.

Perempuan yang akrab disapa Syam itu menyebutkan bahwa 24 Kabupaten/Kota akan meramaikan event selama 5 hari itu. Bahkan kata dia, masing-masing daerah akan menggelar pameran sebagai bagian tak terpisahkan dari event itu.

"Jadi bukan cuma lomba permainan tradisional. Di Benteng Somba Opu Makassar juga akan diadakan pameran. Lokasinya di kolong Rumah Adat masing-masing daerah", urai dia.

Kepada AMBAE, Kamis (22/08/19), Syam mengkonfirmasi jika event itu merupakan salah satu upaya dari Disbudpar mengambil peran dalam melestarikan permainan rakyat.

Disamping itu, masyarakat di era moderen ini harus dibudayakan kembali bahwa bangsa ini terutama SulSel memiliki permainan yang tak kalah menariknya dengan permainan era digital.

"Kita mau agar masyarakat, apalagi anak-anak kita mengenal dan membudayakan permainan rakyat. Dibanding permainan yang ada di ponsel, ini lebih mendidik dan punya dampak positif lebih besar", tuturnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline