Lihat ke Halaman Asli

Alvin Kurniawan Hanafie

Sic parvis magna, greatness from small beginnings

Membongkar Strategi Infiltrasi Virus ke dalam Tubuh Manusia

Diperbarui: 14 Juli 2021   13:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(www.tribunnews.com)

Virus, kata yang sangat familiar terutama di masa pandemi COVID-19. Kata “virus” sudah sering kita dengar di berbagai kesempatan, seperti virus influenza, virus “komputer”, bahkan banyak film dan video game yang mengangkat tema virus outbreak. Pada dasarnya, virus sering dikonotasikan sebagai kata dengan makna negatif.

Kata “virus” berasal dari bahasa Latin yang artinya racun. Dalam biologi, virus didefinisikan sebagai agen penginfeksi yang dapat memperbanyak diri dalam sel hidup. 

Virus bukanlah makhluk hidup, karena itu virus memerlukan inang (host) untuk memperbanyak dirinya yang dikenal dengan istilah replikasi. Salah satu host yang diincar oleh virus yaitu manusia, yang akan dibahas pada artikel ini. 

Virus tak kasat mata karena ukurannya yang sangat kecil. Sebagai perbandingan, ukuran virus lebih kecil sekitar 10.000 kali daripada sebutir garam. Struktur virus dapat kita lihat pada gambar di bawah ini. 

Struktur virus (sanitized.com)

Virus memiliki envelope sebagai media yang membantu virus untuk menyatu dengan sel host. Protein coat berfungsi sebagai cangkang pelindung material genetik virus dari gangguan, misalnya enzim yang dapat mencerna virus tersebut. 

Virus memiliki material genetik berupa DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid). Material genetik inilah yang digunakan virus untuk menginfeksi host. Tidak seperti manusia, virus hanya dapat memiliki salah satu material genetik saja antara DNA atau RNA. 

Untuk menempel dengan sel host, virus menggunakan bagian “Spikes”. Apabila spikes virus cocok dengan bagian penerima (receptor) sel host, maka sel host akan menerima virus tersebut untuk masuk ke dalam sel. Tidak semua virus memiliki bagian envelope. Virus yang tidak memiliki bagian envelope dikenal dengan istilah non-enveloped virus

Bagaimanakah strategi virus untuk menginfeksi manusia? 

Tubuh manusia tersusun dari banyak sekali sel yang masing-masing memiliki fungsi spesifik untuk menyokong kehidupan kita, salah satunya yaitu untuk membentuk protein, seperti sel darah merah dan sel darah putih yang sudah sangat sering kita dengar. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline