Lihat ke Halaman Asli

Disra Alldrick

Ahsan Muamalah

Geliat Madu Hutan Riau di Kala Pandemi

Diperbarui: 26 Juni 2020   14:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

RIAU – Siapa yang tidak percaya dengan khasiat madu? Cairan manis alami dari nektar bunga ini memiliki keutamaan bagi daya tahan tubuh. Mengkonsumsi madu secara rutin dapat memperbaiki pencernaan dan pengganti enzim di kala tidur.

Namun, dalam memilih madu harus benar-benar diperhatikan. Sebab masih banyak madu-madu oplosan atau palsu dijual bebas di pasaran.

“Sekitar 12 tahun lalu, saya termasuk orang awalnya sangat khawatir mengkonsumsi madu, lantaran banyaknya madu palsu beredar,” ujar seorang teman, Eric.

Entah apa yang merasuki oknum tersebut sehingga tega mencampur madu dengan zat lain tak ramah tubuh itu.

“Lalu sejak tinggal di kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, saya pun mulai akrab dengan madu, khususnya madu hutan sialang,” imbuhnya.

Ia mengaku persediaan madu di dapur hampir tak pernah putus. Lantaran produsen madu langganannya berada tak jauh dari rumah.

“Meski kadang kerap terlupa meminumnya secara rutin, namun selama ada madu, setidaknya bisa menjadi pengingat untuk ditangkap oleh alarm-alarm tubuh,” tukasnya.

Tulisan ini akan mengajak pembaca untuk berkunjung ke salah satu tempat di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, sebuah kota yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau.

Bagi yang pernah datang ke Riau atau berdomisili di Pekanbaru, Pangkalan Kerinci bisa ditempuh melalui jalan darat sekira dua jam perjalanan. Kondisi jalannya bagus, sebagian diaspal hotmix sebagian lagi concrete. Kontur jalannya naik turun dan berbelok ibaratkan jalur Roller Coaster. Bagi mereka yang pertama kali lewat, kemungkinan bisa berakibat mual dan muntah di jalan. Terlebih sepanjang perjalanan, barisan pohon sawit menjadi pemandangan khas di kiri dan di kanan jalan.

Jika dari Pekanbaru melewati Jalan Lintas Timur, sebelah kanan kita akan melihat gerbang besar Kota Pangkalan Kerinci bercorak kehijauan. Lokasi ini lazim disebut dengan kilometer 55. Di sana terdapat rest area atau tempat beristirahat dan SPBU.

Tak jauh dari gerbang, sekitar 15 menit perjalanan lagi, kita sampai di Rumah Madu Andalan. Rumah madu ini berada di kawasan perumahan karyawan sebuah perusahaan penghasil kertas di Riau. Kami disambut oleh Eric, yang kebetulan bekerja di sana. Namun sayangnya, berkunjung di masa pandemi COVID-19 ini sangat terbatas. Sebab, perusahaan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat demi memutus mata rantai penyebaran virus corona tersebut. Beruntung kami berada dalam satu kawasan dengan Eric.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline