Lihat ke Halaman Asli

Albait Arasyid

Menulis untuk dikenang

Apa Itu Prelim GDP dan Pengaruhnya terhadap Mata Uang USD? Wajib Baca!

Diperbarui: 27 Februari 2023   14:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Dalam dunia ekonomi, data tentang pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat penting karena dapat memberikan gambaran tentang keadaan ekonomi dan kesehatannya. Salah satu cara untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah dengan menggunakan Gross Domestic Product (GDP), yaitu ukuran nilai pasar dari semua barang dan jasa yang dihasilkan di dalam suatu negara selama periode tertentu. GDP biasanya dikeluarkan setiap kuartal, dengan periode yang diukur biasanya tiga bulan.

Namun, data GDP yang dikeluarkan setiap kuartal tidak langsung merupakan data akhir, karena data tersebut masih terdapat perhitungan yang perlu dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan data sementara yang dikeluarkan pada saat awal periode pengukuran GDP, yang disebut Preliminary GDP atau Produk Domestik Bruto Preliminar.

Apa itu Prelim GDP?

Prelim GDP merupakan estimasi awal mengenai pertumbuhan ekonomi suatu negara selama suatu periode tertentu, biasanya satu kuartal. Data ini diumumkan oleh instansi pemerintah seperti Biro Statistik Nasional atau Bank Sentral di negara-negara yang mengeluarkan data GDP. Data Prelim GDP biasanya dirilis sekitar sebulan setelah berakhirnya periode pengukuran.

Data Prelim GDP digunakan untuk memberikan gambaran awal tentang keadaan ekonomi suatu negara pada suatu periode tertentu. Data ini biasanya masih dapat mengalami revisi ketika data akhir GDP telah dikeluarkan. Namun, meskipun data ini masih bersifat sementara, Prelim GDP tetap menjadi acuan penting bagi para ekonom dan investor.

Pengaruh Prelim GDP terhadap mata uang USD

Prelim GDP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang USD karena pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat menarik lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya dalam ekonomi negara tersebut, sehingga meningkatkan permintaan untuk mata uang negara tersebut. Sebaliknya, ketika pertumbuhan ekonomi rendah, investor mungkin akan lebih cenderung menghindari investasi di negara tersebut, yang dapat menurunkan permintaan untuk mata uangnya dan membuat nilai tukarnya melemah terhadap mata uang lainnya.

Ketika data Prelim GDP dirilis, para trader dan investor akan memperhatikan apakah data tersebut memenuhi atau bahkan melebihi ekspektasi. Jika data Prelim GDP lebih tinggi dari yang diperkirakan, ini dapat menyebabkan mata uang USD menguat karena meningkatkan optimisme investor tentang kesehatan ekonomi Amerika Serikat. Sebaliknya, jika data Prelim GDP lebih rendah dari perkiraan, ini dapat menyebabkan mata uang USD melemah karena menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi Amerika Serikat.

Pada akhirnya, pengaruh data Prelim GDP terhadap mata uang USD tergantung pada banyak faktor, termasuk tingkat inflasi, suku bunga, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kondisi pasar dan sentimen investor secara keseluruhan. Namun, data Prelim GDP tetap menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang USD.

Contoh pengaruh Prelim GDP terhadap mata uang USD

Untuk memberikan gambaran tentang pengaruh Prelim GDP terhadap mata uang USD, mari kita lihat beberapa contoh di masa lalu.

Pada kuartal kedua tahun 2020, saat pandemi COVID-19 menghantam dunia dan banyak negara mengalami penurunan ekonomi, data Prelim GDP Amerika Serikat menunjukkan penurunan sebesar 32,9%, yang jauh lebih buruk dari perkiraan sebesar 34,1%. Hasil ini menyebabkan mata uang USD melemah karena investor khawatir tentang keadaan ekonomi Amerika Serikat.

Namun, pada kuartal ketiga tahun 2020, ketika Amerika Serikat mulai memulihkan diri dari pandemi dan pemerintah memberikan stimulus ekonomi, data Prelim GDP menunjukkan kenaikan sebesar 33,1%, melebihi perkiraan sebesar 31,9%. Hasil ini menyebabkan mata uang USD menguat karena investor merasa lebih percaya diri tentang kesehatan ekonomi Amerika Serikat.

Pada kuartal pertama tahun 2021, data Prelim GDP Amerika Serikat menunjukkan kenaikan sebesar 6,4%, yang sesuai dengan perkiraan. Meskipun hasil ini sebagian besar sudah diperkirakan oleh pasar, mata uang USD tetap menguat karena investor merasa optimis tentang prospek ekonomi Amerika Serikat yang semakin membaik.

Kesimpulan

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline