Lihat ke Halaman Asli

Faisol

TERVERIFIKASI

Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Stadion Kanjuruhan, Saksi Bisu Matinya Para Pecinta Sepak Bola Indonesia

Diperbarui: 3 Oktober 2022   07:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ratusan nyawa harus melayang, akibat Tragedi Kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang | Sumber: tempo.co

"Presiden Jokowi perintahkan untuk mengusut tuntas Tragedi Kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang, dengan cepat dan Tepat, Sebab Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu atas matinya para pecinta sepakbola Indonesia"

Insiden kerusuhan yang menewaskan ratusan nyawa para suporter sepak bola tanah air di stadion Kanjuruhan, menjadi tragedi yang paling menyakitkan, dimana pada emak-emak yang harus melihat fakta anaknya pulang dengan tubuh tanpa nyawa.

Melihat insiden para suporter yang merangsek ke tengah lapangan, lalainya panitia penyelenggara, serta tembakan gas air mata menjadi pemicu kepanikan yang berujung terjadinya desakan para suporter hingga menewaskan banyak nyawa.

Sebelumnya diberitakan diberbagai platform media, korban meninggal dunia mencapai 130 orang, namun setelah di verifikasi dan ditemukannya data ganda, Jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 125 orang.

Duka sepakbola tanah air, menjadi luka yang mengerikan, sebab kelalaian dan kesalahan penanganan atas insiden tersebut menyebabkan ratusan nyawa menghilang, dan peristiwa tersebut menjadi kejadian paling buruk dalam sepakbola tanah air kita.

Banyak para orang tua korban yang histeris karena kehilangan anaknya usai menonton laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu malam (01/10) di stadion Kanjuruhan.

Para orang tua yang kehilangan anak-anaknya saat menonton sepakbola menjadi kemarahan yang begitu luar biasa, namun apalah daya takdir sudah menggariskan kejadian itu. Stadion Kanjuruhan yang semestinya menjadi tempat yang membuat senang para penontonnya, justru bak neraka yang mencekam setelah pelatuk Gas Air mata ditembakkan pada tribun suporter.

Akibatnya desakan pun tak terhindarkan, para suporter semakin marah, sebab ada perlakuan yang tidak adil oleh aparat penegak keamanan, sementara penggunaan Gas Air mata dan senjata api sesuai dengan aturan FIFA tidak boleh digunakan dalam ruang stadion, namun semuanya sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur, dan nyawa pun sudah melayang, kini hanya tinggal sebuah penyesalan, sebab sepakbola tidak lebih berharga dari satu nyawa.

Matinya para pecinta sepakbola di stadion Kanjuruhan, menjadi catatan hitam bagi perkembangan sepakbola tanah air

Tanpa dukungan para suporter yang memberikan semangat pada para pemainnya adalah motivasi yang kuat untuk memenangkan sebuah pertandingan. Kehadiran para suporter dalam rangka mendukung jagoannya untuk menang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline