Lihat ke Halaman Asli

Ajeng Leodita Anggarani

Mamanya Toby & Orlee

Pinjol Ilegal: "Jika Tidak Bisa Membayar, Jual Diri Saja"

Diperbarui: 28 Agustus 2021   20:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Pinjol illegal adalah masa lalu terburuk yang pernah saya alami. Apa sebab? Saya kehilangan banyak hal setelah terjerat oleh mereka : teman, pelanggan, dan rasa tenang.

Saat 2019 saya sedang dalam kondisi hamil dan jobless, suami pun baru tiba-tiba kena PHK. Saya pun beralih berjualan makanan secara online. Namun, pada kehamilan kedua ini saya sering mengalami banyak keluhan, sering flek dll, akhirnya saya terpaksa bedrest. Dengan banyaknya waktu senggang akhirnya saya semakin rajin bermedia sosial sampai akhirnya saya menemukan grup pinjol ilegal itu.

Member grup itu jumlahnya sampai ribuan. Di dalam sana isinya bermacam-macam. Mulai dari post curhat para nasabah yang dikejar debt collector sampai post yang berisi share link-link aplikasi pinjol illegal yang bisa di-download. Yang membagikan adalah mereka-mereka yang mengaku "pemain". Maksudnya pemain? Mereka bisa menggunakan data palsu agar pengajuan mereka cair. Saya yang sangat awam waktu itu merasa tertarik dan akhirnya mencoba men-download link itu satu persatu. Syarat meminjam cukup mudah, yaitu :

1.Foto KTP asli

2.Foto KK asli

3.Slip gaji / ID Card Pekerjaan/Foto langsung di tempat kerja,

4.NPWP (optional)

5.Verifikasi wajah,

6.Nomor telepon orang terdekat yang bisa dikonfirmasi.

Siapa yang tidak tertarik dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan, bukan?

Karena merasa mudah dan butuh, saya pun mulai mencoba satu per satu aplikasi yang sudah saya download. Percobaan pertama, sukses. Hanya bermodalkan rebahan, tahu-tahu ada uang masuk di rekening, jiwa ngutang saya makin menjadi. Akhirnya berlanjut ke aplikasi-aplikasi yang lainnya. Setelah ditotal kurang lebih saya sukses menerima kucuran dana haram dari 30 aplikasi pinjol illegal.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline