Lihat ke Halaman Asli

Membina Mahligai Cinta, Demi Merengkuh Karunia Allah

Diperbarui: 24 Juni 2015   15:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

(catatan harian seorang jomblo)

[1]
Pertama kali kujumpa dia.
Dipagi cerah dihari kamis.
Tiada kiranya aku menduga.
Itulah awal sejarah manis.

[2]
Walaupun hanya pandang pertama.
Kiranya hati jadi tergetar.
Serasa ada merasuk jiwa.
Sampai dadapun rasa berdebar.

[3]
Dalam bening tatap matamu.
Terlihat pancaran jiwa yang suci.
Seakan mengundang gejolak rindu.
Tumbuh bersemi di dalam hati.

[4]
Gejolak rindu di dalam hati.
Tumbuh bersemi diawal jumpa.
Mungkinkah tabir takdir Ilahi.
Goreskan cerita di antara kita.

[5]
Cerita kasih telah terpatri.
Di antara jiwa si dua insan.
Saling berjanji untuk sehati.
Dalam lindungan anugrah Tuhan.

[6]
Seiring waktu kian berjalan.
Jalinan kasih terasa indah.
Hanyalah mengharap ridha Tuhan.
Semoga cinta membawa berkah.

[7]
Saling berjanji untuk mengerti.
Demi mengharap keridhaan Tuhan.
Dengan membina cinta nan suci.
Hingga tercapai arah tujuan.

[8]
Tiada lain arah dan tujuan.
Menggapai cita yang amat mulia.
Untuk bersanding duduk di pelaminan.
Dalam membina mahligai cinta.

[9]
Dengan niat yang amat mulia.
Untuk bersanding di pelaminan biru.
Tetapi semua baru rencana.
Hanya Tuhanlah Maha Penentu.

[10]
Sedari dini kita merancang.
Sebuah rencana ke masa depan.
Siang malam terus berjuang.
Demi menggapai taman impian.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline