Lihat ke Halaman Asli

Telisik Data

TERVERIFIKASI

write like nobody will rate you

Peluang Reshuffle Moeldoko 50:50, Terkait Kudeta Demokrat?

Diperbarui: 3 Februari 2021   22:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memberikan keterangan pers di kediamannya terkait isu kudeta Demokrat, 03/ 02/ 2021 (beritasatu.com/ Joanita De Saojoao).

Jokowi Mania (JoMan) mengabarkan bahwa reshuffle sudah dekat. Setelah dua jabatan menteri yang lowong memicu reshuffle I kini sedang hangat isu peluncuran reshuffle II.

Politisi PKB Faisol Reza menguatkan isu tersebut. Namun berbeda dengan Immanuel Ebenezer, Ketua Relawan JoMan; Faisol mengatakan bahwa reshuffle tidak akan terjadi  dalam waktu dekat. Hanya saja ia memberikan kisi-kisi bahwa satu dari dua nama yang santer diduga wartawan akan lengser adalah benar. Dua nama itu adalah Menteri Pertanian Yasin Limpo dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Moeldoko.

Immanuel Ebenezer (detik.com, 03/ 02/ 2021):

"Reshuffle jilid II. Katanya sih dekat-dekat ini. ... Satu sampai tiga."

Soal posisi lainnnya lagi-lagi ada sedikit selisih info soal berapa jumlah menteri yang musti out. Atau saling melengkapi.

PKB kasih petunjuk satu dari dua nama --Yasin Limpo atau Moeldoko-- benar sedang disorot. JoMan menyebut angka sampai 3. Artinya ada dua nama lain maksimal yang perlu segera rapi-rapi berkas di kementerian sebelum boyongan.

Lalu dari dua nama itu, Yasin Limpo dan Moeldoko, siapa yang cenderung bermasalah?

Waketum Nasdem Ahmad Ali mengatakan bahwa kader partainya termasuk Yasin Limpo yakin aman. Kinerja mereka bagus menurut Ali. Meski begitu ia mengakui bahwa jabatan menteri adalah sepenuhnya kewenangan presiden.

Lalu bagaimana Moeldoko?

Hingga saat ini Moeldoko dikait-kaitkan dengan isu kudeta di tubuh Demokrat. Awal tudingan muncul dari Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Andi Arief, hingga Rachlan Nashidik, Moeldoko cenderung dapat menepis. Tetapi semakin hari semakin kuat saja dan sampai Moeldoko merasa perlu mengadakan konferensi pers.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di kediamannya baru terkuak bahwa Moeldoko memang kerap bertemu barisan sakit hati Demokrat. Mereka meminta pandangan, saran, atau sekadar curhat situasi internal partai.


Kondisi Demokrat saat ini sedang dilanda konflik internal. Sejumlah ketidakpuasan kader menyeruak ke permukaan antara lain soal iuran dari cabang ke pusat dan seputar pencalonan kader dalam pilkada. Mereka merasakan ada perbedaan antara gaya kepemimpinan AHY dengan ketum-ketum sebelumnya; bahkan hingga masa Anas Urbaningrum yang masih di LP.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline