Lihat ke Halaman Asli

Telisik Data

TERVERIFIKASI

write like nobody will rate you

Koalisi Jokowi Terkoreksi, Elektabilitas Prabowo dan PDIP Terjun Bebas

Diperbarui: 10 Juni 2020   15:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Prabowo Subianto (kanan) saat hadir dalam Kongres V PDIP di Bali (tribunnews.com).

Pemilu 2024 perlahan-lahan mulai menemukan bentuknya. Survei Indikator Politik Indonesia yang baru dipublikasikan menemukan fakta yang mengejutkan: rating PDIP dan Prabowo Subianto terkoreksi sangat dalam (kaltim.tribunnews.com, 10/ 06/ 2020).

Elektabilitas PDIP meluncur turun 7,6 persen, dari 29,8 pada Februari lalu menjadi 22,2 persen saat ini. Prabowo juga merosot drastis, dari 22,2 persen menjadi hanya 14,1 persen dalam survei tersebut. Artinya mantan capres 2019 itu kehilangan lebih dari 1/3 pemilih selama tiga bulan terakhir.

Sebelum membahas naik turunnya rating, yang perlu kita pahami dalam survei ini adalah waktu pengambilan sampel dan perubahan mood responden.

Kesimpulan yang disampaikan dalam pemaparan adalah berdasarkan perbandingan dengan laporan sebelumnya. Survei terkini dilakukan tanggal 16-18 Mei 2020; sedangkan yang terdahulu  dilakukan pada Februari 2020.

Ada perubahan kondisi yang mendasar dari kedua survei tadi.

Bulan Februari, masyarakat berada dalam suasana cukup normal tanpa pengaruh pandemi Covid-19 yang cukup berarti. Kasus corona sudah muncul tetapi masyarakat belum terlalu merespon karena dampaknya masih kecil. Tetapi pada sigi terakhir, responden  berada dalam kondisi pandemi yang sedang memuncak. Tekanan psikologis dan finansial bisa menjadi faktor penting dalam menentukan pengambilan keputusan politik seseorang.

Terkait perubahan mood responden, fakta penguat yang ditunjukkan dalam survei adalah perbedaan jumlah responden yang menjawab tidak tahu. Februari lalu jumlahnya sekitar 20 persen. Sementara survei terbaru menunjukkan,  jumlahnya meningkat menjadi 33.3 persen untuk survei partai dan mencapai 32,3 persen untuk survei tokoh.

Ketidakpuasan terhadap pemerintah, PDIP kena getah

Persepsi terhadap keberhasilan pemerintah pusat dalam menangani corona tampaknya mempengaruhi sikap responden terhadap partai utama yang mengusungnya. Kita hanya bisa  menyebut itu persepsi karena pandangan warga terhadap pemerintah pusat --dalam hal ini Jokowi-- adalah akumulasi dari sejumlah elemen yang bervariasi.

Ketika responden mengacu objek "Jokowi" maka sesungguhnya ia sedang menghitung resultan sejumlah faktor menyangkut kinerja kabinet, kinerja pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten), juga penilaian media.

Masih menurut Indikator, penilaian terhadap kinerja Jokowi menunjukkan ada penurunan; saat ini tingkat kepuasan kinerja sebesar 66,5 persen, sedangkan sebelumnya 69,5 persen (kumparan, 07/ 06/ 2020).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline