Lihat ke Halaman Asli

Faqih Ashri

The Revolutionist

Nasihat untuk Puasa Ramadan yang Sehat

Diperbarui: 17 Mei 2020   21:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok.Pribadi

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Bukhari no. 1903).

Assalamualaikum.. 

Alhamdulillah gak terasa kita sudah dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan, bulan penuh kasih sayang. Ini adalah jawaban Tuhan atas doa-doa kita di penghujung bulan ramadhan tahun lalu, bahwa kita meminta dipanjangkan umur agar bisa dipertemukan di ramadhan berikutnya. Dan inilah ramadhan persembahan untuk kita. 

Jangan kita sia-siakan satu detikpun untuk meraih pahala dan keridhoan dari yang maha kuasa. Kali ini saya ingin mengajak untuk memaksimalkan ibadah puasa kita agar semakin berkualitas dengan kegiatan-kegiatan sesuai ajaran dari Baginda Nabi, yang kemudian diamini pula oleh dunia kesehatan masa kini. 

Aktivitas Pertama : Mengakhirkan sahur

Sahur lebih mulia diakhirkan waktunya, sesuai sunah yang diajarkan oleh nabi. Jangan mentang-mentang gak mau keganggu tidurnya, kita malah sahur duluan jam 1 malam, biar tidur sampe subuh. Hikmah mengakhirkan sahur itu banyak manfaatnya bagi tubuh. 

Terutama biar tubuh punya waktu yang cukup untuk membakar kalori, biar badan gak cepat lemas di siang hari. Biasakan kita bangun satu jam sebelum waktu subuh. Waktu satu jam dapat digunakan untuk menghidangkan makanan yang telah dimasak sejak semalam, sekaligus menyantapnya hingga usai. 

Aktivitas kedua : Hindari tidur setelah sahur

Ini nih salah satu "hobi" kita yang susah untuk dihilangkan. Sulit untuk menahan ngantuk setelah sahur. Ya, salah satu caranya adalah jangan sahur terlalu awal, lebih baik diakhirkan sahurnya hingga mendekati waktu subuh. 

Jadi setelah sahur kita bisa langsung prepare untuk sikat gigi, wudhu, dan bersiap untuk shalat subuh berjamaah. Tidur yang dianjurkan adalah siang hari setelah dzuhur dan malam hari setelah tarawih, tentunya dengan porsi yang tidak berlebihan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline