Lihat ke Halaman Asli

Emir Yunus

Muslim; seorang anak, suami, sekaligus ayah.

Lingkaran Setan

Diperbarui: 5 November 2019   14:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Ada orang yang hidup kaya raya. Namun, ia tidak bertakwa, tidak menjalankan perintah-perintah Allah, melanggar larangan-larangan-Nya / bermaksiat, dsb. Maka, Allah menghukumnya dengan menambah kekayaaannya. Iya. Allah menghukumnya dengan menambah kekayaaannya.

Sayangnya hukuman Allah tidak disadari oleh orang itu. Setan justru membisikkan kepadanya, "Lihat, tanpa menjalankan agama dengan baik pun, kamu bisa hidup enak."

Maka, dia pun semakin jauh dari Allah, semakin jauh dari agama. Semakin meninggalkan perintah-perintah-Nya, semakin bermaksiat.

Setiap kali Allah menambah kekayaan, ia justru semakin jauh dari Allah.

kaya -- bermaksiat -- tambah kaya -- merasa tidak apa-apa -- tambah bermaksiat -- dst

*

Ada juga orang yang hidup serba susah payah. Sudah begitu, ia tidak terlalu taat beragama. Tidak tahu banyak tentang halal haram, perintah-perintahNya, larangan-laranganNya, dsb. Maka, Allah menghukumnya dengan menambah kesusahan hidupnya.

Namun, lagi-lagi sayangnya, ia tidak menyadari hukuman tsb. Setan justru membisikinya, "Lihat! Menjalankan agama saja, kamu tetap hidup susah. Jadi buat apa?"

Maka, dia pun semakin jauh dari Allah, semakin jauh dari agama. Semakin tidak mau menuntut ilmu. Setan membisikinya, "Daripada buat ngaji, lebih baik waktunya buat kerja. Orang kamu kerja terus saja masih susah, masih kurang uangnya."

Setiap kali Allah menambah kesusahannya, ia justru semakin jauh dari Allah.

susah -- jauh dari agama -- tambah susah -- tambah merasa ga ada waktu -- tambah jauh dari agama -- dst

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline