Mohon tunggu...
Isur Suryati
Isur Suryati Mohon Tunggu... Guru - Menulis adalah mental healing terbaik

Mengajar di SMPN 1 Sumedang, tertarik dengan dunia kepenulisan. Ibu dari tiga anak. Menerbitkan kumpulan cerita pendek berbahasa Sunda berjudul 'Mushap Beureum Ati' (Mushap Merah Hati) pada tahun 2021. Selalu bahagia, bugar dan berkelimpahan rejeki. Itulah motto rasa syukur saya setiap hari.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Strategi agar Kantin Kejujuran Berkembang dengan Baik dan Sukses

26 November 2022   21:55 Diperbarui: 8 Desember 2022   21:28 2019
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
kantin berkonsep kejujuran di SMAN 29 Jakarta (Sumber: Kompas.id)

Kantin kejujuran di sekolah Anda akhir-akhir ini merugi terus? Padahal, sudah dipasang kamera pengawas atau CCTV di setiap sudut. 

Setiap hari pengelola kantin juga rutin mengecek dan memeriksa saldo uang di dalam kotak uang tempat peserta didik menaruh uang pembayaran. 

Nah, tenang saja! Anda tidak sendirian. Sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia juga memiliki kasus yang sama kok. Oleh karena itu, baca terus artikel ini sampai habis. Karena, Anda akan tahu bagaimana solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Cerita Tentang Kantin Kejujuran

Sebut saja, Pak Andi -seorang guru PPKN yang diberi tanggung jawab oleh kepala sekolah, sesuai mandat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengelola kantin kejujuran

Pada awal pendirian kantin kejujuran, dia sangat bersemangat menyiapkan ruangan yang akan digunakan untuk kantin kejujuran. 

Dengan modal awal Rp 10. 000.000., Pak Andi belanja semua keperluan kantin. Dari mulai stok makanan yang akan dijual berupa snack atau makanan ringan yang biasa digemari oleh peserta didik, dan minuman ringan. 

Pak Andi juga sangat bersemangat untuk melengkapi perlengkapan dasar yang dibutuhkan di kantin kejujuran tersebut, berupa lemari pendingin atau kulkas untuk menaruh minuman dingin, dispenser untuk persediaan air panas yang akan digunakan peserta didik untuk menyeduh pop mie atau susu, dan kamera pengawas atau CCTV sebagai standar keamanan dasar yang harus disiapkan. Karena, dengan alat tersebut akan menunjang keberhasilan kantin kejujuran di sekolah.

Minggu pertama, kantin kejujuran tersebut launching. Pak Andi mulai mengeluh, "Seminggu sudah rugi dua ratus ribu, setiap hari pemasukan kantin selalu saja kurang." 

Minggu kedua, jumlah kerugian terus saja bertambah. Pak Andi mulai merasa khawatir, bagaimana kalau modal awal yang diberikan oleh pemerintah tersebut terus saja berkurang. 

Lama-lama, kalau terus dibiarkan, bisa-bisa semua modal itu akan habis, mungkin nanti dia yang harus mengeluarkan modal sendiri. 

Mengingat kemungkinan tersebut, Pak Andi langsung melakukan tindak antisipasi dengan cara mengecek kamera CCTV dan melakukan pemanggilan kepada peserta didik yang terindikasi melakukan kecurangan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun