Mohon tunggu...
Herry Mardianto
Herry Mardianto Mohon Tunggu... Penulis

Suka berpetualang di dunia penulisan

Selanjutnya

Tutup

Book Artikel Utama

Sanip dan Kehidupan Sastra Jawa

22 Maret 2025   06:45 Diperbarui: 22 Maret 2025   13:23 315
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Telik Sandi Sanip/Foto: Hermard

Satu lagi novel berbahasa Jawa hadir di tengah masyarakat sastra Yogyakarta. Sanip, begitulah judul novel setebal 232 halaman yang dipilih Bey Saptomo, menceritakan kisah hidup juragan jathilan, Sanip, yang tidak menyangka bahwa Resep, istrinya, merupakan bagian telik sandi (mata-mata kerajaan) Puro Pakualaman.

Di balik proses penciptaan novel Sanip (Buana Grafika, 2025) memperlihatkan pandangan Bey Saptomo bahwa karya sastra bukan sekadar imajinasi atau khayalan pengarang belaka. 

Karya sastra berisi fakta kehidupan. Batas antara fakta dan fiksi begitu tipis. Setidaknya hal itu ditunjukan dengan pemuatan referensi di halaman akhir novel Sanip. 

Langkah tersebut diambil, disadari atau tidak oleh penulisnya, berguna untuk meningkatkan akurasi dalam menggambarkan latar cerita, penokohan, dan peristiwa dalam karya sastra.

Tentu saja strategi ini sekaligus mempertinggi kredibilitas karya sastra karena sebelum menciptakan karya (novel), penulis terlebih dahulu melakukan riset, memiliki pengetahuan mendalam tentang topik yang dibahas.

Tidak mengherankan jika kemudian Bey Saptomo mencantumkan referensi di bagian akhir novelnya: Yogyakarta di bawah Sultan Mangkubumi 1749-1792 (MC. Ricklefs, 2002), Keraton dan Kompeni: Surakarta dan Yogyakarta 1830-1870 (Vincent Houben, 2002), dan lainnya.

Bagaimana sesungguhnya proses kreatif penciptaan novel Sanip?

Ada dua hal penting yang digali saat menulis Sanip. Pertama, setting kisah dengan latar belakang leluhur, Eyang Buyut, berprofesi sebagai juragan batik. Mau tidak mau, saya harus intens mengumpulkan data berbagai hal tentang batik zaman itu. Juga data mengenai trah keluarga Eyang Buyut.

Kedua, latar belakang perjuangan Hamengku Buwono II atau Sultan Sepuh. Bagaimana Ngarsa Dalem membuat Kompeni dan Pemerintahan Hindia Belanda kelabakan.

Mengapa menampilkan Sanip?

Sengaja saya menampilkan tokoh Sanip yang dalam cerita dikenal sebagai juragan jathilan, tetapi diam-diam ia juga berprofesi sebagai telik sandi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun