Mohon tunggu...
Zuni Sukandar
Zuni Sukandar Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru SLB

Lahir di Magelang, 20 Mei 1971, SD-SMP di kota yang sama, S-1 di Jogjakarta, saat ini mengajar di SLB Maarif Muntilan sebagai guru tunanetra.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Ibuku yang Malang

1 Mei 2021   21:19 Diperbarui: 1 Mei 2021   21:35 179
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Ibu, seandainya kau mampu mengeja

Tuturmu tentu sudah menjadi goresan alinea

Peluhmu menjadi saksi

Kegigihanmu mengais rezeki

Meski  kau tak sama,

Senyummu adalah mutiara

Yang selalu  terpancar kemilau

Laksana sapa mentari setiap pagi

Kini, hanya lantunan doa dan puji

Tuk namamu yang selalu lekat di hati

Kalau boleh memilih, sebenarnya ingin sekali aku terlahir dari seorang ibu yang sempurna, seperti layaknya perempuan lain. Cantik,  menarik, dapat berbicara, pintar, lincah,  dan terhormat. Namun, apalah daya, ibuku hanyalah seorang  perempuan  desa, penampilan lugu, yang setiap hari bekerja sebagai   buruh tani dan kadang pemungut sampah.   Sri Lestari, nama ibuku,  berasal dari keluarga  buruh tani yang  sangat sederhana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun