Mohon tunggu...
Zuni Sukandar
Zuni Sukandar Mohon Tunggu... Seorang guru SLB

Lahir di Magelang, 20 Mei 1971, SD-SMP di kota yang sama, S-1 di Jogjakarta, saat ini mengajar di SLB Maarif Muntilan sebagai guru tunanetra.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerita Nenek

22 November 2020   22:16 Diperbarui: 22 November 2020   22:25 20 2 0 Mohon Tunggu...

Setelah Bapak Rendi meninggal dunia karena kecelakaan, maka Nek Ipah pun bermaksud mengajak cucunya tinggal bersamanya. Kesulitan ekonomi yang dialami Bu Ninik, ibu Rendi membuat hati Nek Ipah tidak tega. Saudara Rendi ada dua orang, jadi tiga bersaudara, bersama Anin kakak Rendi, dan Harun adik Rendi.

"Cu, kamu ikut nenek di desa ya, kasihan ibumu jika harus menghidupi kalian bertiga," pinta Nek Ipah pada Rendi tiga hari setelah kematian Pak Hamid Bapak Rendi.

"Terus sekolah Rendi gimana, Nek? Apakah harus keluar atau pindah sekolah?"

"Ya, harus pindah sekolah, Cu. Kan Nenek tinggal di desa. Besuk jika kamu kangen Ibu dan adik, kita ke sini, mungkin sebulan sekali, gimana?"

Rendi hanya diam, dan menatap Ibunya untuk minta persetujuan. Wajah Bu Ninik  masih terlihat berduka,

Bu Ninik hanya mengangguk pelan, tanda menyetujui niat Nek Ipah.

"Tuh, Ibumu sudah memperbolehkan Rendi tinggal bersama Nenek di desa. Sekarang Rendi menyiapkan pakaian, seragam, dan keperluan sekolah, ya. Masalah surat pindah sekolah, nanti biar diurus ibumu."

"Ya, Nek, Rendi sih terserah Ibu dan Nenek saja, yang penting tetap dapat sekolah seperti teman-teman yang lain."

***

Nek Ipah setiap harinya bekerja sebagai buruh tani, kadang jika ada tetangga yang minta tolong dipijit atau kerok,  juga dilayani. Bahkan kadang sebagai buruh cuci baju, setrika, dan membantu tetangga jika punya hajat,  sebagai tukang masak. Masakan Nek Ipah terkenal enak, apalagi kue tradisionalnya, yaitu wingko dan lemper yang dijual setiap hari, serta dititipkan di warung tetangga.

Rendi kini kelas empat, dan  bersekolah di SD Islam Terpadu Umar bin Khatab, terlihat gagah dengan seragam barunya. Kegiatan setelah pulang sekolah, Rendi membantu nenek  mempersiapkan bahan dan alat untuk berjualan. Kadang  masih ada alat masak yang kotor sehingga harus dicuci.  Meski lali-laki, Rendi tidak malu melakukan pekerjaan yang dilakukan  perempuan. Rendi pun segera dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
22 November 2020