Mohon tunggu...
Zul Kifli
Zul Kifli Mohon Tunggu... Just Beginner

Social Enthusiastic || Just Beginner

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

48,4 Triliun Dianggarkan untuk Tiga Kartu Sakti Jokowi

16 Juli 2019   13:07 Diperbarui: 16 Juli 2019   13:17 0 0 0 Mohon Tunggu...
48,4 Triliun Dianggarkan untuk Tiga Kartu Sakti Jokowi
jokoway.com

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemimpin terlebih lagi pemimpin kepala negara atau pemerintahan untuk menunaikan janji janji politiknya ketika masa masa kampanye lalu, sepertinya hal ini berlaku kepada Presiden terpilih kita Bapak Ir. H.Joko Widodo.

Diantara "janji" politiknya yang banyak menyita perhatian publik hingga publik dunia maya ( Netizen) ialah dikeluarkannya 3 Kartu Sakti untuk membantu kehidupan masyarakat tanah air, entah kenapa kartu tersebut diberi kata " Sakti" ? Mungkin saja penggunaan kata sakti dimakanai mampu memberantas/melawan masalah sesuai dengan nama masing masing kartu.

Kemarin (15/7) Presiden Joko Widodo dalam tapat terbatas tentang pagu indikatif anggaran 2020 di Istana kepresidenan telah mengumumkan sekaligus menetapkan realisasi 3 kartu sakti tersebut diserati dengan rincian anggaran dan target penerima.

Adapun ketiga kartu tersebut ialah:

  1. Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, kartu sakti merupakan kartu yang diperuntuhkan bagi mahasiswa yang kurang mampu, kartu tersebut akan menelan Anggarang sebesar Rp. 12,4 Triliun dengan target 780 orang penerima.
  2. Kartu Sembako Murah, kartu sakti yang kedua ini bisa dikata yang paling dinanti oleh emak emak dikarenakan harga sembako di pasaran kian naik tapi disisi lain kemampuan ekonomi masih dibawah standar, Kartu Sakti ini menelan anggarang sebesar Rp.25,7 Triliun dengan target 15,6 juta orang dapat merasakan " kesaktian kartu ini"
  3. Kartu Pra Kerja, kartu sakti meruapakn kartu yang sembat memicu perdebatan didunia sosial media (Netizen) bahkan tak sedikit diantara anak meilenial yang membuat video anjuran untuk berhenti bekerja demi memperoleh manfaat "kesaktian kartu ini" pada hal sesunggunya kartu ini tidk diperuntuhkn bagi penganguran tapi lebih kepada orang yang tidak memiliki pekerjaan tapi masih menjalani proses training. Kartu Sakti ini menelan Anggaran sebesar Rp. 10,3 Triliun dengan target 2 juta penerima manfaat. 

Secarah keseluruan ketiga ditotal maka jumlah anggaran negara yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk ketiga kartu sakti tersebut ialah : Kartu Pra Kerja ( Rp. 10,2 T) + Kartu Semabako Murah ( Rp. 25.7 T) + KIP Kuliah ( Rp.12.4 T ) =  Rp. 48,4 Triliun total anggaran yang dibutuhkan.

Disaat yang bersamaan Mentri Keuangan Sri Mulyani berpendapat bahwa anggaran Rp. 48,4 T meruapakan rancangan perhitungan awal yang sewaktu waktu bisa berubah.