Travel

The "T" beetween The Temple, The Traveler and The True Culture

10 November 2018   17:21 Diperbarui: 10 November 2018   18:04 128 0 0
The "T" beetween The Temple, The Traveler and The True Culture
(dok. pribadi)

(dok. pribadi)
(dok. pribadi)
(dok. pribadi)
(dok. pribadi)
I have feeling amazing with our beloved Indonesia's  Archaelogical sites..dan hati saya terpaut untuk mengunjungi salah satu kebudayaan Kerajaan terbesar di Nusantara bahkan dunia, yaitu Kerajaan Majapahit. Saya belum pernah berlibur dengan "tema" budaya hehe..

Biasanya saya berlibur ke pantai atau tempat wisata yang hits dan kekinian plus punya spot foto yang Instagramable untuk saya pajang di media sosial saya. Kali ini saya ingin "out of the box" dengan berlibur ke Candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit, di Trowulan, Mojokerto,Jawa Timur..bakalan seru neh !!

Seperti biasa sebelum berlibur saya selalu membuka Aplikasi Pegipegi untuk book Hotel yang terdekat dengan lokasi tempat saya berlibur,termasuk jika ada Promo yang sangat menguntungkan bagi traveler.

Pegipegi juga memiliki Travel Blog yaitu Pegipegi.com/travel yang banyak berisi Travel Tips yang sangat berguna bagi Traveler sebelum menentukan atau menuju ke destinasi tujuan berlibur. Anda bisa juga follow media sosial Pegipegi , yaitu Instagram : @pegi-pegi , FB : Pegipegi , Twitter : @pegi_pegi  untuk update Tempat wisata yang kece-kece dan yang pasti sayang dilewatkan begitu saja, well for next holiday bisa masuk di waiting list ya..

JelajahiIndonesiamu dengan Pegipegiyuk sudah jadi hal yang wajib bagi Traveler karena akses yang mudah dari aplikasi ini hanya dalam satu genggaman tanganmu .


Nah,tujuan wisata saya kali ini ke Candi BAJANG RATU. Kenapa saya langsung menuju ke Candi ini? Bukannya ke Candi lain misalnya?

Menurut guide saya waktu itu,Candi Bajang Ratu yang didirikan abad 14 berfungsi sebagai pintu masuk bagi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara dan digunakan sebagai pintu belakang kerajaan. Hal tersebut akhirnya menjadi suatu Kebudayaan di daerah Trowulan jika melayat orang meninggal diharuskan lewat pintu belakang..menarik ya ?!

Bajang Ratu sendiri berarti "Raja Cacat", karena menurut legenda setempat, ketika kecil Raja Jayanegara terjatuh di Gapura ini dang mengakibatkan cacat pada tubuhnya, sehingga Candi ini dinamakan Bajang Ratu. Candi ini dihiasi relief-relief yang sangat indah lho...sungguh saya tidak habis pikir betapa kreatifnya seniman bangsa kita dan betapa indah dan kayanya kebudayaan Indonesia jaman dahulu dan sekarang tentu saja.

Relief seperti hiasan sulur suluran, singa, matahari, naga berkaki,kepala Garuda dan relief bermata satu atau monocle Cyclops... hal itu menurut legenda berfungsi sebagai  pelindung dan penolak mara bahaya.

Inilah mengapa Wisata Indonesia tidak pernah ada habisnya. Banyak sekali Tempat Wisata yang belum terekspos dan ini kewajiban kita sebagai Traveler untuk menjadikan Kebudayaan Indonesia sebagai tujuan berlibur yang sejati dan tidak kalah dengan tujuan wisata lainnya yang kekinian .. Dengan Aplikasi Pegipegiyuk , Anda bisa JelajahiIndonesiamu yang sarat dengan Kebudayaan Sejati.

Bagi saya, mengunjungi candi-candi nan indah ini adalah wujud mencintai Bangsa dan Negara Indonesia, sudah seyogyanya kita menjadi Traveler sejati dengan mulai dari mencintai Budaya Bangsa sendiri dan bangga dengan apa yang tersirat di dalamnya.Seperti Candi Bajang Ratu ini yang berdiri indah, tenang dan menakjubkan di tengah-tengah Bukit yang hijau dan asri.

Candi ini didirikan bukan tanpa maksud, tapi untuk memberikan Ketenangan dari alam yang masih terkontrol. Ketika saya memasuki lokasi Candi Bajang Ratu, waktu seperti terhenti...hanya sepoian angin dan desahan daun seperti menyambut kedatangan saya .. sejuknya udara dan basahnya dedauan seperti bilang kalau saya akan baik-baik saja disini ...puluhan bunga yang mekar cantik berwarna-warni juga seperti melambaikan ucapan selamat datang..

Saya begitu takjub dan sempat merinding serta membayangkan 14 abad lalu bagaimana indahnya lokasi di sini dan betapa tenangnya suasananya...karena saat ini juga saya merasakan hal yang sama ..

Lokasi Candi Bajang Ratu ini bisa dicapai dengan sepeda motor atau mobil dengan berkendara sejauh 200 meter dari jalan raya Mojokerto-Jombang.Setelah sampai di perempatan Dukuh Nglikuk,menuju Timur sejauh 3 km, di dukuh Kraton,Desa Temon,Kecamatan Trowulan. Memasuki kawasan candi ini juga tidak ada tiket resmi, hanya diminta biaya seadanya saat pengunjung mengisi daftar hadir pengunjung di pos pendaftaran.

Ada tukang parkir yang membantu menjaga kendaraan saya,karena memasuki kawasan candi, saya diharuskan berjalan kaki dan its worth it !! Semua begitu indah dan tenang ketika pertama saya sampai di kawasan candi ini. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencoret-coret di dinding candi atau melalakukan hal asusila di kawasan candi ... jika melanggar kira-kira apa yang terjadi-kah ???

Nah Ngomong-ngomong tentang kejadian yang di luar nalar tapi pasti pernah terjadi di kehidupan kita kan, saya sempat antara percaya dan tidak tapi itu sungguh di luar pemahaman saya. Yaitu ketika saya berpose selfie di salah satu spot Candi Bajang Ratu ini. Waktu itu saya mengenakan baju merah, that's my fav one  dan saya berfoto di depan Candi Bajang Ratu.

Tidak ada yang istimewa di dalam foto ketika saya lihat pose selfie pertama saya. Tapi setelah saya hendak berpose selfie kedua, tepat di belakang saya di tangga naik candi, ada seorang wanita yang berpakaian seperti putri-putri jaman kerajaan yang saya lihat di sinetron-sinetron kolosal seperti Tutur Tinular, Angling Darma,dan lainnya. Wanita itu cantik sekali Sungguh !! dan dia tersenyum seperti mau ikutan foto selfie bersama saya ..Oh My God!

Tetapi itu hanya sepersekian detik,setelah itu menghilang dan saya tidak sempat mengabadikan foto selfie saya ...well, antara percaya dan tidak bukan ??! Tapi itu pengalaman paling keren selama saya berlibur.

Dan satu lagi lagi neh, menurut kepercayaan lokal yang beredar di masyarakat Trowulan bahwa suatu pamali (hal jelek) bagi seorang pejabat pemerintahan untuk melintasi atau memasuki pintu gerbang Candi Bajang Ratu,karena dipercayai bisa mendatangkan nasib buruk...ehmm makanya saya tidak pernah tahu ada politikus berkampanye di sekitar sini atau pejabat yang lagi safari dinas iseng lewat sini ya hehe ...

Terlepas dari semua hal tersebut, melestarikan Budaya Indonesia dengan aktif JelajahiIndonesiamu seperti share Tempat wisata yang berkonten Kebudayaan, share Wisata Indonesia sebagai destinasi tempat Libur Akhir Tahun 2018 dan Libur Tahun Baru 2019 di media sosial kita dan media sosial Pegipegi serta berbagi konten berlibur bersama Pegipegiyuk adalah salah satu hal yang menjadikan Kebudayaan Indonesia tetap eksis,warisan sejati kebudayaan bangsa dan selalu keren untuk sekarang dan nanti di mata para generasi muda selanjutnya...keseruan liburan jangan hanya di bingkai frame media social saja ya Traveler, yuk JelahiIndonesiamu bersama Pegipegiyuk ... I LOVE INDONESIA ... !!!