Zulfa Liswanti
Zulfa Liswanti Guru dan Ibu RT

Mencoba dan masih belajar menulis di usia yang terus menua

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Copet

13 Juni 2018   06:28 Diperbarui: 13 Juni 2018   08:23 170 5 2

Keramaian telah memberimu inspirasi. Nasib yang kurang mujur, mengarahkan diri untuk mencari hal pintas yang membahayakan diri. Tapi apalah daya, semua terpaksa dilakukan untuk kebahagiaan. Salah jalan yang terlanjur dijalani.

Seorang ibu paruh baya dengan tas robek di samping bawah. Berbelanja di keramaian pasar dengan panas terik menusuk kepala. Dan tanganpun masuk ke tasnya. Sang ibu sadar lalu menangkis hingga mengenai kepala sang pencopet. Sang pencopet diomeli.

"Apa yang hendak kau ambil di tasku? Hanya sapu tangan penghapus ingus ini. Tak kan bermanfaat. Aku sudah tua. Tak adakah pekerjaan lain yang halal yang bisa kau lakukan?" Sang copet menunduk. Memohon agar ibu itu berbicara pelan. Dia takut dikeroyok massa. 


Tampunik, 13 Juni 2018