Mohon tunggu...
Zikrillah
Zikrillah Mohon Tunggu... Aku adalah aku dan akan tetap menjadi aku yang akan mengatakan tidak pada narkoba

Kerjakan Sesuatu Dengan Sungguh-Sungguh

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Relevansi Kurikulum K-13 dengan Revolusi 4.0

15 Januari 2020   19:23 Diperbarui: 15 Januari 2020   19:23 1510 0 0 Mohon Tunggu...

Kurikulum 2013 (K-13) sebagaimana yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan Era Anies Baswedan mengantikan kurikulum 2006 (KTSP), berlanjut hingga Menteri Muhajir Efendi dan menteri pendidikan yang baru tahun 2019 Nadiem Makarim. Dalam perjalanan waktu kurikulum K-13 mengalami revisi untuk mencari format yang tepat dalam pembelajaran. Sampai sekarang belum ada hasil yang baku dari evaluasi kurikulum 2013 (K-13).

Evaluasi kurikulum 2013 (K-13) diharapkan segera rampung agar implementasinya bisa terus diterapkan le sekolah-sekolah. Lima tahun proses evaluasi tentu sudah menghasilkan hasil, diharapkan kepada pemerintah untuk segera mempublikasikan hasil evaluasi kurikulum 2013 (K-13) kepada guru dan penggiat pendidikan. 

Sebagaimana diketahui bahwa kurikulum 2013 (K-13) yang dicetuskan saat Anies Baswedan menjabat Menteri Pendidikan bahwa ada empat (4) aspek yang menjadi tolak ukur siswa, yaitu penilaian, pengetahuan, keterampilan dan aspek sikap atau tingkah laku. Ke empat aspek ini menjadi kajian dalam tulisan ini untuk melihat relevansinya dengan perubahan tatanan dunia yang disebut revolusi industri 4:0. 

1. Aspek Penilaian 

Aspek penilaian yang paling penting yang menjadi penilaian adalah aspek sikap dan tingkah laku (etitute). Dimana aspek ini sangat penting bagi seorang guru dalam menilai keseharian siswa. Tingkah laku siswa mencerminkan keseharian kehidupannya baik di lingkungan masyarakat maupun keluarga. Tugas seorang guru juga membina akhlak dan sikap keseharian siswa, termasuk bagaimana menghormati orang tua, guru dan tata cara komunikasi yang baik dan ideal. 

Dalam aspek penilaian ini juga relevansi nya dengan revolusi industri 4:0 adalah termasuk tata cara berkomunikasi di media sosial, baik facebook, twitter, instagram dan medsos lain-lain. Dimana penekanannya adalah penggunaan perangkat media sosial ke arah yang positif sebagai proses memanusiakan manusia. Dalam pembelajaran kurikulum (K-13) siswa diharapkan lebih fleksibel dalam belajar, termasuk dalam praktek keseharian, ektrakurikuler dan nilai kereligiusan dalam kehidupan sehari-hari. Urgensinya adalah bagaimana menyatukan pembelajaran K-13 (Kurtilas) dengan perkembangan zaman dan bisa bersaing di era revolusi industri 4:0. 

Aspek penilaian ini sangat penting, termasuk nilai-nilai religius yang tertanam dalam tatanan kehidupan sehari-hari. Sikap mental yang bagus akan mendorong penilaian utama bagi siswa, guru terus memantau sikap mental keseharian siswa. Oleh karena itu kita berharap agar pemerintah terus menggenjot tatanan kurikulum pendidikan yang berkualitas tanpa ada perbedaan baik daerah pedalaman, terisolir dan tertinggal. 

2. Aspek Pengetahuan

Aspek pengetahuan merupakan daya serap materi pelajaran, baik materi pelajaran inti maupun materi umum. Dimana daya serap siswa dikala guru menjelaskan inti materi siswa dengan mudah dicerna dan diaplikasikan. Misalnya pelajaran Matematika dengan materi Trigonometri, dimana siswa bisa menghubungkan fungsi pelajaran triginometri dengan kehidupan. Dimana siswa memahami akan fungsi rumus triginometri, bukan hanya sekedar menyelesaikan soal tetapi memahami kesinambungan antara trigonemetri dengan pengukuran sudut bangunan. 

Pengetahuan yang diharapkan berupa sejumlah informasi yang bisa di serap oleh siswa, misalnya dalam pembelajaran PPkN dengan materi Wawasan Kebangsaan, dimana siswa mengetahui nilai-nilai kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, misalnya toleransi dalam beribadah, tanpa menjadikan perbedaan sebagai masalah tetapi lebih mengutamakan perbedaan sebagai persatuan kemajemukan kehidupan. 

Aspek pengetahuan sangat berpengaruh dalam proses penilaian, termasuk dalam menyelesaikan soal-soal latihan. Dalam pelajaran Fisika misalnya berkaitan dengan materi energi listrik, siswa bisa membedakan sisi ion positif dan negatif. Aspek pengetahuan ini merupakan hal penting dari proses suatu pendidikan, inteligensi (IQ) siswa sangat mendukung proses perkembangan otak siswa dalam menyerap materi pelajaran. Sama halnya juga keterkaitan kemajuan zaman, termasuk dalam menciptakan aplikasi dalam perangkat lunak, maka pendekatan disini agar guru mengaitkan isi materi dengan perkembangan industri 4:0.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x