Mohon tunggu...
Muhammad Tizar Adhiyatma
Muhammad Tizar Adhiyatma Mohon Tunggu... Pengacara - A Young Lawyer

Tizar currently serves as a member of the Indonesian Bar Association (PERADI) and has been admitted to practice in Indonesian courts. Master's areas of practice are Intellectual Property Rights; General Company Law; and Civil & Commercial Litigation.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Luar Negeri Pertamaku bersama Beasiswa Unggulan BPKLN Kemendikbud

31 Agustus 2014   00:30 Diperbarui: 18 Juni 2015   02:03 579 0 0 Mohon Tunggu...

Perjalananku dimulai ketika aku memutuskan mengikuti prosesi seleksi Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan dan Kerja sama Luar Negeri Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerja sama dengan Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Penyeleksian beasiswa ini dilakukan di kampus bawah Universitas Diponegoro. Beragam proses seleksi dilakukan dimulai dari Tes Potensi Akademik yang diselanggarakan tanggal 7 April 2013 kemudian dilanjutkan pada hari Minggu tanggal 8 April 2013 yaitu pembuatan makalah dan sekitaran pukul 12.00 PM dilanjutkan TOEFL.

Kali ini aku tidak akan membahas lebih lanjut mengenai proses seleksi beasiswa unggulan tersebut, pada lain kesempatan akan ku uraikan perjuanganku dalam memperoleh beasiswa itu. Untuk kali ini tulisan ini akan memfokuskan pada perjalanan luar negeri pertamaku.

Setelah melalui beragam penyeleksian, bolak balik Makassar Semarang akhirnya aku diterima sebagai mahasiswa MIH Undip program Beasiswa Unggulan BPKLN Kemendikbud HET-HKI dan bertemu dengan orang-orang yang saat ini telah menjadi teman kelasku di BSU HET-HKI 2013. Salah satu kesempatan yang ditawarkan oleh beasiswa itu adalah kami berkesempatan untuk mengikuti program double degree ke beberapa negara yang telah terjalin kerja sama antara Undip dengan universitas lain di luar negeri.

Awalnya universitas yang ditawarkan kepada kami itu berada dilima negara, yakni Malaysia, Australia, Belanda, Perancis, dan USA. Adapun universitas tersebut adalah Universiti Kebangsaan Malaysia (malaysia), Flinders University (Australia), Erasmus University (Belanda), Radbuch University (Belanda), Witconsin University (USA). Namun pada tahun 2014 terjalin kerja sama baru antara Undip dengan Youngsan University (Korea). Youngsan University merupakan universitas yang dibangun pada tahun 1997 di Busan, Korea Selatan dan saat ini mereka sedang berjuang menaikkan pringkat universitasnya dengan menggaet mahasiswa-mahasiswa asing dari seluruh dunia termasuk Indonesia. Adapun universitas yang telah bekerja sama dengan Youngsan University di Indonesia sepengetahuanku adalah Unpad, Unikom, International Women University Bandung, Untirta, Unsoed, Untag, dan Undip.

Tibalah saatnya ketika kami mahasiswa BSU HET-HKI 2013 Undip diperkenalkan dengan Youngsan University oleh ketua program kami Dr. Retno Saraswati mengenai kesempatan apa saja yang akan kami peroleh jika kami mengambil program double degree ini di Youngsan University. Akhirnya ketika seleksi program double degree ini diadakan aku salah satu mahasiswa yang tertarik tentunya mempersiapkan berkas-berkas apa saja yang harus kami perlengkapi untuk keperluan seleksi. Dan ternyata yang harus dipersiapkan hanyalah mental dengan latihan menjawab pertanyaan penyeleksi dengan menggunakan bahasa inggris. Berkas-berkas yang semula ku anggap penting tidaklah diperlukan. Adapun seleksi yang dilakukan adalah berupa TOEIC dan interview. Penyeleksinya ada 2 orang yaitu wakil rektor 4 Youngsan University dan Assistant Professor Park Hyun Kyun yang salah satu dosen di Fakultas Hukum Youngsan University. Tentunya interview dilakukan dengan penggunaan bahasa inggris dengan beberapa pertanyaan. Seleksi interview-nya diluar ekspektasiku ternyata berjalan dengan ringan dan santai sedikit gugup namun tidak menyeramkan.

Tibalah saat dimana pengumuman itu keluar dan perjuanganku untuk mempertahankan posisi sebagai mahasiswa yang akan berangkat double degree ke Youngsan University. Adapun segala berkas dan pengurusan visa akan berada pada jatahnya masing-masing. Olehnya pada lanjutan tulisan ini akan dilanjutkan pada waktu keberangkatan di terminal 3 International Soekarno Hatta, Jakarta.

Minggu, 24 Agustus 2014 pukul 14.20 Wita adalah jadwal keberangkatanku dengan menggunakan pesawat Sriwijaya ke jakarta. Perjalanan ditempu dengan waktu kurang lebih 2 jam namun sayang pesawat yang aku tumpangi sedikit mengalami keterlambatan namun itu tidaklah menjadi masalah karena aku diberi kesempatan sedikit lebih lama untuk bercengkrama dengan ayah bunda adik sepupu tante dan paman yang masih setia menungguku di luar ruang tunggu keberangkatan. Waktu berjalan dan akhirnya sekitar setengahlimaan aku tiba di Terminal kedatangan Soekarno Hatta dengan berat bawaan lebih dari 25 kg, 1 koper besar berwarna ungu, 1 tas selempang, 1 tas ransel, 1 tas kantongan yang berisi makanan ringan. Tiba dibandara dengan segera ku mengambil koper yang telah dibagasikan dan menuju tempat menunggu bus berwarna kuning yang tugasnya mengangkut penumpang dari terminal satu ke terminal lainnya.

Saat bus telah berhenti di terminal 3 internasional dengan segera ku menurunkan segala barang bawaan ku dan menuju ke tempat dimana Adel telah menungguku. Sedikit cerita mengenai Adel. Adel adalah sahabatku di fakultas hukum Unhas. Dari Raha Sulawesi Tenggara. Orangnya sungguh baik, pintar, cerdas, lucu, namun kadang menyebalkan karena tinggah sombong yang dibuat-buatnya. Perjuangannya dalam penyelesaian studi hingga mendapatkan pekerjaan di jakarta telah menginspirasiku. Banyak hal yang telah ku pelajari dari sosok satu ini, mungkin keberanianku mengambil program ini datangnya dari sosok aneh ini. Keberadaannya di bandara tidak lain adalah karena paspor dan visaku berada padanya dan MUNGKIN dia pula ingin mengantar kepergianku. Entah apa yang terjadi ketika dia tidak berada di Jakarta. Dia pula telah banyak membantuku ketika pengurusan visa di Kedutaan Republik Korea.

Penerbangan ke Korea aku lakukan dengan menggunakan Pesawat Air Asia Ak 387 dan D7 518. Keberangkatan 24 Agustus 2014 pukul 8.30 PM dari jakarta ke Kuala Lumpur, dari Kuala Lumpur ke Busan 25 Agustus 2014 pukul 1.15 AM. Keberangkatanku ke Korea adalah keberangkatan internasional pertamaku bersama dengan 4 teman kelasku. Penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur ditempuh hanya dengan waktu kurang lebih 2 jam sedangkan penerbangan dari Kuala Lumpur ke Busan ditempu dengan waktu kurang lebih 6 jam.

Transit di Malaysia adalah pengalaman pertamaku menginjakkan kaki di luar negeri. Tiba sekitaran pukul 11.30 PM waktu setempat menyegerakan kami untuk segera melapor sebagai penumpang transit. Transit di Kuala Lumpur tepatnya di Kuala Lumpur International Airport 2 merupakan transit dengan keimigrasian terempong. Jika kalian mampir disini bersiap-siaplah untuk berempong riah. Transit kami tidaklah memerlukan waktu yang lama karena pukul 1an AM lebih pesawat telah lepas landas.  Saat penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur aku kebagian kursi 7B dan penerbangan dari Kuala Lumpur ke Busan aku bagian kursi 28B. Ada apa dengan huruf B? Walaupun Malaysia adalah negara pertama yang ku kunjungi namun itu hanyalah sekedar transit sedangkan Korea adalah negara pertama kuhabiskan hari lebih dari 24 jam atau mungkin akan memerlukan waktu 1 tahunan lebih.

Tiba di Gimhae Internatioanl Airport kurang lebih pukul 8.30an AM kami disambut dengan hujan yang deras. Bila dibandingkan dengan imigrasi di Malaysia kedatangan kami di bandara internasional milik Busan ini tidaklah serempong imigrasi di Malaysia bahkan tidak memerlukan waktu yang lama hanya sekedar tunjukin paspor dan visa, sidik jari, dan foto. Setelah itu pengambilan barang, mengumpulkan selebaran yang dibagi oleh pramugara pesawat Air asia ke petugas imigrasi. dan finally, kami resmi menjadi pengunjung Korea.

Sedikit informasi bagi kalian yang akan tinggal di asrama Youngsan University, sebaiknya bawah bantal tidur, seprai, selimut untuk keperluan di asrama kalian, bawah perlengkapan mandi kalian yang banyak karena barang disini lumayan mahal namun sebaiknya disimpan di koper yang hendak dibagasikan biar tidak diberhentikan diimigrasi. untuk keperluan dapur tentunya kalian lebih mengetahui keinginan perut masing-masing. Untuk penukaran uang dari rupiah ke won kalian bisa menukarnya di kampus Busan disitu disediakan atm dengan biaya penarikan 20.000 rupiah dengan kurs penukaran 11.75/won. Hindari penukaran won di Bandara Gimhae karena memakan kurs 13.5an/won. Atau bila kalian menemukan money changer di Indonesia dengan Kurs 11.8 rupiah/won silahkan tukarkan rupiah itu di money shanger tersebut. kalian bisa menemukannya di Marvalas Money Changer Makassar terdapat di jalan Chairul Anwar belakang gedung manuggal atau di Bali Money Changer di Jl. Ratulangi Makassar depan gedung 45.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x