Mohon tunggu...
ZenoHadi
ZenoHadi Mohon Tunggu... -

+1 Corinthians 16:14+ "Let All That You Do Be Done in Love"

Selanjutnya

Tutup

Nature

Indonesia dalam Menyongsong "Smart City"

22 Juli 2018   11:32 Diperbarui: 17 Januari 2019   17:01 1056
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
www.smartcitiesworld.net

Kehidupan di zaman modern ini sudah dikuasai dengan teknologi. Semakin hari teknologi yang ada semakin canggih dan semakin memudahkan bebagai kegiatan dalam kehidupan manusia terutama dalam aspek kota pintar (smart city). 

Di Indonesia, istilah kota pintar (smart city) mulai sering dibicarakan, khususnya pada kalangan pemerintah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat. Indonesia mulai menerapkan konsep Smart City, akan tetapi tidak semua kota di Indonesia sudah menerapkan konsep Smart City ini. Konsep Smart City sudah diterapkan di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.

Apa sih itu Smart City?

Secara harafiah, smart city diartikan sebagai "kota pintar atau cerdas". Menurut Yang (2012), Smart City adalah Area perkotaan yang menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kualitas hidup yang tinggi bagi warganya dengan meningkatkan 6 hal pokok (pemerintahan, ekonomi, kualitas hidup, lingkungan, sumber daya manusia, dan transportasi) yang dapat dilakukan dengan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang kuat. 

Selain itu, menurut Cohen Boyd (2013), sebuah pendekatan yang luas, terintegrasi dalam meningkatkan efisiensi pengoperasian sebuah kota, meningkatkan kualitas hidup penduduknya, dan menumbuhkan ekonomi daerahnya. Cohen lebih jauh mendefinisikan Smart City dengan pembobotan aspek lingkungan menjadi: Smart City menggunakan ICT secara pintar dan efisien dalam menggunakan berbagai sumber daya, menghasilkan penghematan biaya dan energi, meningkatkan pelayanan dan kualitas hidup, serta mengurangi jejak lingkungan, dan semuanya mendukung ke dalam inovasi dan ekonomi ramah lingkungan.

Bagaimana Smart City bisa berkembang?

Konsep kota pintar ini pada awalnya tumbuh sejak tahun 1960an dimana koneksi internet mulai mendunia. Menurut Allwinkle & Cruickshank (2007), perkembangan internet pada periode tersebut yang membuat pelayanan menjadi semakin mudah dengan adanya informasi yang dapat diakses melalui situs yang disediakan pemerintah kota. Meski masih terbatas berupa layanan searah dengan hanya informasi yang bersifat statis dan terbatas tentang kebijakan perkotaan, guna lahan, dan perencanaan, namun tidak dipungkiri lagi bahwa ini adalah awal munculnya konsep smart city. 

Kemudian mulai bekermbang lebihjauh pada awal tahun 2000an dimana perkembangan teknologi informasi yang semakin memudahkan pengguna berkomunikasi dua arah secara real time dari tempat yang berbeda, selain itu didukung dengan infrastruktur yang memadai dan database yang lengkap seperti transportasi, perencanaan, perpajakan, dan lain-lain, semakin mudah diakses darimana saja dan kapan saja, dan semakin interaktif. 

Masyarakat kota sekarang tidak perlu lagi dating ke kantor pemerintah kota hanya untuk melihat informasi terkini dari para pengambil kebijakan tentang apa yang lagi direncanakan atau yang akan dilakukan oleh pemerintah, atau hanya sekedar melihat update informasi terbaru. Kemudian, perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 2004 dan 2005, dimana pemerintah telah mengembangkan sistem terintegrasi untuk seluruh layanan perkotaan yang bersifat online.

Dewasa ini, konsep smart city sudah menjadi impian yang ingin dicapai oleh banyak kota besar di Indonesia. Konsep smart city ini mulai berjalan sedikit demi sedikit di Indonesia. Terdapat 6 indikator utama smart city, yaitu smart living, smart governance, smart economy, smart mobility, smart environment, dan smart people. Dibawah ini terdapat beberapa contoh kota-kota yang menerapkan smart city di Indonesia, seperti:

- Kota Bandung

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun