Mohon tunggu...
Eka Kurnia Chrislianto
Eka Kurnia Chrislianto Mohon Tunggu... Pengacara - Lawyer

Advocate, Lawyer, Legal Consultant, Corporate Lawyer, Civil Law Lawyer, Land and Property Law, Marital, Divorce Dissolutions, and Inheritance Law, Criminal Law, etc. Kunjungi juga: https://kumparan.com/eren-jager dan https://zefilosofi.medium.com/

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Peran Media Massa dan Hubungannya dengan Komunikasi Politik

12 Oktober 2021   15:49 Diperbarui: 12 Oktober 2021   15:51 984
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Komunikasi Massa Langsung, Sumber Gambar: pexels.com/Harrison Haines

Televisi mencapai puncaknya pada tahun 1940-an, diikuti oleh televisi kabel dan komunikasi satelit pada paruh kedua abad ini. Diketahui juga setelah perang dunia kedua, kondisi global pasca perang 'damai' dengan perang dimenangkan oleh koalisi sekutu yang dipimpin oleh US (Amerika Serikat).

Kita ketahui dunia masih belum sepenuhnya bernafas tenang ketika dua raksasa global mengumandangkan perang dingin saat itu pertempuran ideologi mana yang lebih jago untuk menundukkan dunia meski saat itu, satu diantaranya yang terkena dampak tentu saja Indonesia meski kita melihat sejarah itu dari sisi dimana kita seperti kehilangan rangsangan otentik mengenai perjuangan awal anti kolonialisme.

Perang dingin berakhir, Uni Soviet runtuh dan sisa-sisa pikiran kiri itu dianggap sebagai pikiran yang menganggu. 

Meski di saat yang sama selain ideologi, juga tumbuh teknologi, mulai dari berhasilnya astronot Amerika menginjakkan kakinya di bulan, dan orang juga anjing pertama yang berhasil berkeliling dunia dari Uni Soviet. Yang mana kita ketahui, media massa yang terbaru hingga kini ditemukan oleh manusia adalah internet.

Internet adalah bentuk revolusi komunikasi, kalau Prancis kita tahu punya Revolusi Prancis Dunia punya revolusi juga bagi peradaban yaitu revolusi komunikasi, oleh internet. 

Bertahun-tahun ini, mulai muncul berbagai media baru (perusahaan yang bergerak di marketing management), untuk mencari, melengkapi dan bersaing dengan media tradisional, tren yang juga masuk kategori suatu issues, mengenai, kesehatan, globalisasi, konsolidasi, konvergensi, bahkan ada yang cukup keras yaitu propaganda.

Kita masuk ke peran dan hubungannya media massa dengan Political Communication. Seperti kita ketahui, media itu adalah alat publik dimana dia ada untuk menstimulasi citizen ( warga negara ), untuk bisa memegaruhi atau mengajak mereka yang melihat, membaca, menonton untuk berpikir, menganalisa, dan menikmati informasi yang disajikan dengan maksud agar timbul kemandirian dalam berpikir dan mampu menciptakan pikiran baru, bahkan mempulikasi opini, berdasarkan si pemberi informasi pertama tersebut, baik berupa hal-hal yang baru dan/atau kondisi sosial yang secara langsung terjadi, hingga akhirnya warga negara tadi dapat menyusun suatu konklusi atas apa yang diberikan media dan bertindak.

Jika misalnya dalam politik, bisa mengenai political party , membership registration, voters and undecided voters, elections dan electoral campaigns, electorates managements, dan siapa pemilih mayoritas dan kepentingan politik mayoritas, dsb. Ini adalah cara media untuk mampu memberi makanan pada otak yang sehat tentu dengan informasi maupun opini yang sehat pula, di situ peran penting media massa sebagai komunikasi massa, seharusnya.

Tapi apakah itu tidak sepenuhnya ada di negeri ini? 

Media itu berisikan berbagai bentuk ide yang akan menggiring kita ke sebuah taman yang berisi banyak bunga. Kita tak dapat hanya mengisi taman tersebut agar tampak cantik, karena misalkan si pemilik taman lebih suka bunga mawar, ini sangat tidak kompatibel dengan asumsi atau pemaknaan orang-orang pada umumnya yang datang ke taman itu dengan maksud mengunjungi taman bunga, bukan taman bunga mawar.

Begitulah media, isi media massa itu, entah media elektonik, online, dan televisi, itu harus berisikan kumpulan tulisan-tulisan yang informatif, aktual, dan terpercaya, untuk apa? Untuk mereka yang berpikir rasional mampu menangkap itu. Jelas bukan sasarannya siapa? Bukan hanya berisi mengenai berita politik praktis, meskipun politik itu kendaraannya tentu saja media massa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun