Mohon tunggu...
Zarmoni
Zarmoni Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penggiat Seni dan Budaya Kerinci

Penggiat Seni, Adat dan Budaya Kerinci

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Kuliner Pusaka Negeri Kerinci Jambi

6 September 2022   23:50 Diperbarui: 6 September 2022   23:54 1352
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : "Samba laun gando dan sinawan" Facebook Tia wahyuni 7 Maret 2020

Indonesia Negara tercinta, memiliki berbagai macam suku dan budaya, terdiri dari ribuan pulau-pulau, bermacam flora dan fauna hidup berdampingan dengan manusia yang bermacam ragam ras dan agama. Kita musti bangga menjadi bagian dari negara yang dibentangi zamrud khatulistiwa. Tanahnya yang subur makmur, apapun yang ditanam di tiap jengkal tanah Indonesia, dapat tumbuh dengan subur, makanya dizaman kolonial, bangsa lain banyak yang iri dan ingin memiliki segepal tanah dari surga ini.

Kerinci Jambi, merupakan salah satu Kabupaten di NKRI, daerah pegunungan, puncaknya pulau sumatera. Bahasa disetiap desa (dusun) berbeda-beda namun berasal  dari satu rumpun bahasa Melayu Austronesia Kuno. Logat bahasa Kerinci amat banyak terdata 207 logat, dan kebanyakan menggunakan diflong Ai, Au, o, ie dan lain sebagainya. Sebagai contoh : Mati= Mati, matai. Mandi=mandi, mandai. (Lembaga Adat Provinsi Jambi 2003).

Kabupaten Kerinci bentuknya seperti berada didalam suatu wadah yang dikelilingi pebukitan. Diselatan Kabupaten Kerinci adalah bagian dari Danau Kerinci yang keseharian masyarakatnya selain sebagai petani juga ada yang berprofesi menjadi nelayan mencari ikan dengan menggunakan kerambah, jala, dan lukah (bubu). Sedangkan dibagian utara Kerinci dibawah kaki Gunung Kerinci merupakan daerah pertanian sawah dan ladang yang disebut "uhang Siulak".

Masing-masing desa memiliki ciri khas kulinernya masing-masing. Terutama dibagian utara Kerinci daerah Siulak, memiliki kulinear khas yang tidak kita jumpai di daerah lain seperti :

1. CABE SUHIN

Cabe suhin ialah masakan sambal khas Kerinci yaitu bahan dasarnya dari pucuk pohon surian yang dicampur dengan cabe dan bumbu lainnya, diolah sedemikian rupa oleh ibu-ibu yang mempunyai cita rasa tersendiri.

"Cabe Suhin" Sumber : Facebook iid Husvianti 19 Maret 2022

2. CABE KALAUT/CABE WOK PLUS JENGKOL MUDA/PETAI, DAN JENGKOL BAKAR

Cabe kalaut ini bahan dasarnya ialah cabe, tomat, bawang merah, dan ikan asin yang dibakar, lalu digiling hingga halus dan dimakan dengan lalapan jengkol muda maupun petai, atau jengkol tua yang dibakar. Namun seringkali bagi yang kurang berminat akan jengkol dan petai, dapat menikmatinya dengan rebusan sayur.

3. CABE PANYELANG

Panyelang ialah sejenis tumbuhan yang sepintas mirip dengan tumbuhan daun sop/seledri, namun kedua tumbuhan ini dapat dibedakan dari aromanya. Seledri memiliki aroma khas yang sedap, sedangkan panyelang beraoma keras agak busuk.

4. CABE KUBIK PIHIK

Kubik dalam bahasa Kerinci ialah kentang dalam bahasa Indonesia, dimana kentang ini direbus terlebih dahulu dan digiling bersama cabai yang memiliki cita rasa tersendiri.

5. CABE KAMINTAN

Kamintan ialah buah kemiri, dimana menu ini sangat praktis yaitu kemiri di bakar dan digiling bersama cabai dan makannya juga bersamaan dengan sayur mayur/lalapan.

6. CABE BLUT

Prosesnya juga seperti yang lainnya, cabenya dapat digiling mentah maupun direbus, lalu belut dibakar dan digiling hingga halus bersama cabai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun