Mohon tunggu...
Zanno Zannoism
Zanno Zannoism Mohon Tunggu...

jasa desain grafis jasa desain grafis jasa desain grafis

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Kenapa Ekspektasi Hidup Kita Banyak tidak Terwujudnya?

23 November 2014   15:16 Diperbarui: 17 Juni 2015   17:04 227 0 0 Mohon Tunggu...

Tiap orang pasti punya mimpi, keinginan demi keinginan akibat standar yang ada di lingkungan atau karna inspirasi diri sendiri. Mimpi keinginan yang menjadikan orang bersemangat dan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu, yang dia cintai, atau untuk mencapai mimpi atau mewujudkan keinginan atau hasrat yang didamba dambakan.

Cewe yang bagus, mobil gw yang beda, rumah saya yang elegan, motor ane yang sangar. Ingin sekali menunjukan identitas keberhasilan atau memberikan image pada orang lain bahwa nih, gw emang cocoknya naik CRV atau Ninja.

Ketika semua itu belum terwujud, itu adalah ekspektasi. Ya ekspektasi yang tinggi.

Namun, kita hidup di dunia yang benar benar amat sangat terbatas. Contohnya saya yang sedang menulis di sini, udah dalam keadaan mood yang enak, tiba tiba jam tidak mengijinkan karena ada urusan lain. Menggerutu, ah kayaknya kebanyakan kerjaan sampe kaga ada yang enak gw kerjain.

Atau device anda yang ga bisa diandalkan, padahal udah coba beli yang mahal. Masih ada aja hal yang bikin saya kesal.

Atau pernahkan anda mendapatkan hari yang fuck up banget. Ketika klien besar sudah memberikan hari yang dijanjikan untuk anda, dan anda harus datang dengan barang yang diminta. Dengan prospek kontinyu yang besar. Tiba tiba di hari itu, yang sebelumnya sama sekali ga ada problem yang berarti, supplier anda bilang wah pak maaf sekali barang tiba tiba kosong ga ada lagi ke rekanan. Kemudian anda cari lagi dengan harga yang lebih mahal sedikit. Namun itupun dengan cara lobi formal ga seperti supplier pertama yang cingcai kaya teman.

Setelah menembus itu, demi tembus klien. Ga tau kenapa anda lupa naro kunci mobil. Udah dicariin kesana kemari sambil hamper kata kata kebon binatang keluar.

Whoa, kunci ditemukan! Setelah buang waktu satu jam. Janji tinggal 2 jam lagi, perjalanan ke klien 1 jam 40 menit.

Udah ok, pas di jalan ada opersi polisi. Dan anda tenang aja karena merasa anda lengkap. Dan ketika ditanya pak polisi surat surat kendaraan, secara percaya diri anda buka dompet, dan demi SATURNUS, PLUTO DAN JUPITER, stnk anda ga ada, pas diinget itu sama istri anda.

Tiba tiba dada anda mendidih kuat sekali. Bahkan baja pun bisa meleleh, ini bukan salah polisi itu. Atau pantaskah menyalahkan istri yang membawa stnk, atau bahkan supplier akrab anda yang tiba tiba dari produsennya tidak mampu menyediakan barang yang diminta klien anda?

Dan waktu pun terus berjalan. Acara dengan polisi selesai dan anda tiba di klien anda terlambat satu jam. Klien anda meski tidak marah tapi dari raut wajahnya sangat kecewa terhadap anda.

Itu baru satu contoh, bagaimana bila anda mahasiswa dan sudah engerjakan tugas, tiba tiba keesokan hari ketika sudah mau dipresentasikan, si A teman kelompok anda memberikan info bahwa ada tambahan sedikit dari data yang ada. Waktu sudah tidak cukup untuk dikerjakan serius, anda tetap kerjakan, namun tiba tiba batre laptop tidak cukup, dan anda ingat bahwa kemarin anda pinjamkan itu ke kawan anda untuk sebentar saja. Tapi tidak bisa dihubungi. Atau yang lebih parah anda menggunakan pc dan lampu mati.

Ingin rasanya berteriak semua kata sumpah, namun anda tak bisa lakukan itu mengingat di tempat yang bisa didengar orang.

Banyak hal yang membuat hidup kita merasa sangat memuakkan dan tidak ada yang bisa membuat kita puas 100%. Provider internet yang kita pakai di smartphone ketika ada tugas mendadak dan anda harus browsing sesaat di luar kota, internetnya benar benar sangat lemot. Atau bahkan ditambah smartphone anda ngelag.

Pada kondisi itu ingin sekali rasanya dalam hati kecil untuk melempar smartphone anda ke atas aspal, dan setelah itu mencari batu yang cukup besar dan sekalian kita timpa smartphone sial itu sampai hancur berkeping keeping. Anda puas?

Nyatanya jarang sekali yang berani melakukan itu. Salah provider? Yes maybe. Ingin dilempar ke aspal? Sayang juga dah. Atau anda mungkin cukup kaya tapi maukah anda berkorban settingan dan data data di smartphone itu lenyap?

Yah hidup kadang entah seperti berkonspirasi untuk menjadikan hidup kita jadi sial.

Banyak hal yang membuat kita tidak puas, ponsel yang lemot, computer lemot, internet lemot, rekanan yang tidak menpati janji waktu. Semuanya sucks.

Banyak kemungkinan contoh lain dimana kita merasakan combo sial. Bukan combo ayam kfc.

Kemudian mengenai ekspektasi. Anda ingin dalam satu tahun memiliki rumah dan mobil. Atau bahkan ingin menajdi milyader dan anda berdoa terus menerus. Dan itu sudah anda lakukan selama 4 tahun.

Kecewakah, doa yang sama yang anda ulang selama 4 tahun terlihat baru 5% nya saja, mungkin kurang. Di saat yang smaa orang tua atau kawan seolah meledek dengan menanyakan projek anda. Sebenarnya ingin menghantam wajah mereka –bukan dengan arti sebenarnya- yaitu lewat depan mata mereka dengan mobil impian anda atau rumah yang bisa anda minta mereka bertamu. Namun apa daya, ego tadi tidak terwujud oleh hidup yang Nampak sial ini.

Buat apa gw doa, 4 taun coy, mana penampakannya, gw udah usaha,… lama kelamaan anda mulai dendam… ya mungkin gw harus kerja 1000% kali lebih keras.

Dan anda lakukan 300% nya saja. Itupun sudah capek sekali dan ngos ngosan.

Di kepala and aberputar putar “ anj—nk kapan ni terwujud???!!!”

Ya ekspektasi anda, impian anda yang coba anda wujudkan setengah mati atau dengan cara santai dengan ekspektasi yang sama sama buas nampaknya tidak sesuai harapan.

Anda kecewa. Sial sekali. Anda mulai mencari kambing hitam….

Katanya kalo gw doa pasti dikabulinnn…

Katanya kalo kita udah kerja keras banget sampe ga tidur pasti kewujud….

Atau ah ortu gw sih dlu kaga ngijinin gw jadi pilot, malah gw jadi dokter, yaudah gw kaga lulus2 bodo amat…

Ada satu kalimat yang cukup penting di sini.

Hidup itu bukan berdasarkan ekspektasi anda atau mimpi anda.

Hidup itu seperti mahluk yang bosan mendengar harapan atau mimpi anak anak baru yang baru saja mendengar motivasi atau film tertentu.

Ya hidup itu netral. Ya hidup itu memang banyak jengkelnya. Ya hidup itu memang bayak kecewanya. Ya hidup itu bangke banget sih. Ya hidup kok ga sesuai keinginan gw sih. Ya hidup itu kok begini sih.

Pertama dan yang paling utama adalah, anda jangan salahkan hidup. Dia seperti sungai besar dan dalam yang tenang dan melaju seperti hokum fisika. Dan ekspektasi anda itu seperti anda berharap arusnya bisa belok ke kanan atau ke kiri atau berharap air sungai dalam yang warna coklat itu jadi jernih dan bening sesuai keinginan atau mimpi anda.

Anda paham kan?

Ya pertama itu. Hidup is not based on your expectation or dream. Hidup adalah hidup.

Dan banyak kecewanya memang.

Tapiiii.

Ada juga yang mendapatkan anugerah yang luar biasa. Ya hidupnya over than any wild dream ever he expect.

Contohnya mark Zuckerberg. Bisa jadi dia tidak berharap sebesar ini, mungkin facebook yang sekarang satu milyar persen dari ekspektasi dia yang walaupun gila tapi ternyata nilainya hanya satu persen dari facebook yang sekarng.

Ya hidup dia lebih besar sekali kenyataannya dari ekspektasinya. Sounds fuck right? Hehe

Tapiii, bila anda berfikir hidup mendukung si Zuckerberg, sebenarnya hidup biasa saja mau over expectation atau tidak. Hidup biasa saja.

Intinya life is running not based on our expectation, tapi kita yang berusaha mewujudkannya. Dan jangan terlalu kecewa atau marah dengan apa yang hidup perlakukan pada kita. Karna dia bukan ayah atau ibu kita yang bisa langsung merespon apa yang kita mau. Dia lebih mirip sungai besar yang dalam dan berwarna coklat. Dan bila anda ingin menepi ke tempat yang anda harapkan, bukan dengan berharap si arus air mengerti, tapi gunakan kayuh anda untuk minggir, dan jangan terlalu kecewa dan marah bila tanpa anda harapkan di depan ada batu besar atau ada guncangan gelombang yang tidak bisa kita desain atau sekedar berkata jangan ganggu aku!! Yang bisa anda lakukan keraskan kayuhan perahu anda biar tidak menabrak.

Lalu bagaimana dengan hikmah? Kadang apakah kita terlalu sotoy atau bijak bila setelah kejadian tertentu kita mengatakan, oh bisa jadi gw kurang ini. Oh bisa jadi karna ini aku diberikan anugerah seperti ini.

Yang tentunya berdasarkan dugaan kita, dugaan yang diambil oleh orang tersebut bergantung pengalaman hidup, pengetahuan, atau sesuatu yang ia miliki di kepala dan hatinya.

No body knows actually why? Except God and His Messanger.

Life is not based on our expectation, if you do, life is totally sucks. Fakin sick with that.

jual rokok elektrik tegal jual rokok elektrik tegal jual rokok elektrik tegal jual rokok elektrik tegal jual rokok elektrik tegal jual rokok elektrik tegal jual rokok elektrik tegal jual rokok elektrik tegal

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x