Energi

Oh Indonesiaku yang Indah nan Kaya Ternyata Jadi Ladang Penjajah

22 Desember 2017   21:45 Diperbarui: 22 Desember 2017   21:51 1073 0 0

KEINDAHAN PANORAMA INDONESIA MENYIHIR DUNIA

Pertama, kita ini adalah warga Negara Indonesia dengan kultur budaya yang sangat berangam. 

Orang di luar sana bilang, Indonesia adalah pulau surga yang menetes ke planet bumi. Letaknya tepat di bawah garis khatulistiwa. Siapapun orang yang memandangnya akan terpesona dan takjub tiada terkira. Tanahnya subur, hutannya terhampar indah dan kaya akan ragam tanaman dan satwa yang langka. Lautnya kaya akan berbagai spesies ikan yang cukup matapencaharian masyarakatnya, dengan pantainya yang landai indah mempesona. 

Gunung-gunungnya menjulang indah dipandang mata, dan mengalirkan banyak air yang jernih dari berbagai celah sumber mata air yang berlimpah, dan sensasi guyuran air terjun yang diliputi sejuknya udara yang kaya akan oksigen menambah pesona Indonesia yang sangat menawan. Dibalik keindahan gunung-gunungnya, tersimpan limpahan kekayaan alam yang teramat luar biasa, dari mulai kandungan emas, minyak, gas, batubara dan lain-lain yang tak terhingga banyak dan ragamnya.

KEKAYAAN ALAM INDONESIA YANG BERLIMPAH MEMBUAT PENJAJAH KESETANAN UNTUK MERAMPAS DAN MEMBUNUH RAKYAT INDONESIA YANG TAK TERKIRA JUMLAHNYA.

Ternyata, indahnya bumi nusantara sudah sejak lama diperhatikan dunia. Ditambah kekayaan alam nusantara yang berlimpah tiada terkira membuat "perampok dan perompak" dating  berbondong-bondong ke Tanah Air Indonesia dan lupa akan arti kemanusiaan, merampas paksa kekayaan alam dan menginjak-nginjak harga diri bangsa Indonesia. Memang kecintaan manusia terhadap indahnya dunia membuat orang lupa akan arti kemanusiaan dan kebenaran. 

Kemilau emas Indonesia menyilaukan mata penjajah sehingga pangannya buram terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran.

Minyak bumi  Indonesia membuat penjajah meluncur bebas mencengkramkan besi-besi canggihnya untuk menyedot dan menguras habis tanpa menyisakan rasa kemanusiaan dan keadilan. Kakinya pun selalu terpeleset dari kebenaran hukum.

Penjajah datang dengan skill tinggi dan teknologi canggih. Bangsa Indonesia hanya "melongo" menyaksikan ekspoitasi yang celakanya terus berlangsung hingga kini.

yang lalu biarlah berlalu, tapi jangan pernah lupakan sedikitpun, dan jadikanlah sebagai penyadaran dan pembelajaran hidup.

Agung Rachmatullah Sidik.