Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... Administrasi - ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

Cerpen: Ajari Aku Mencintai Jalan Pulang

6 Oktober 2022   17:55 Diperbarui: 6 Oktober 2022   22:04 509 42 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi jalan pulang. Sumber: Dorothe/pixabay.com

Tak banyak yang bisa kuceritakan padamu tentang langit.

Selain gumpalan awan mendung yang terbiasa menelan kecewa, tertatih menahan butir-butir hujan. Atau, belantara dirgantara yang dipaksa bersembunyi, terlatih membiru menyerupai lautan.

Kau mungkin enggan dan merasa bosan. Berkali mendengar kisah gerakan ritmis dan tarian erotis sepasang kupu-kupu, yang menikmati sepi. Sesekali berhenti di sehelai daun Akasia, menjumput sari setangkai Mawar yang berduri, atau sejenak singgah di rerimbunan putik Melati. 

Diam-diam merajut jalinan janji paling suci. Sehidup semati.

"Isi langit tak hanya kupu-kupu, Mas," ujarmu.

Aku pernah mengganti kisah. Ketika sepasang kupu-kupu berubah menjadi seekor elang. Sang petualang dan pemburu tangguh di cakrawala. Namun, tak pernah melupakan jalan pulang.

"Ganti, Mas! Elang itu, sosok yang egois." Matamu menatapku.

Baca juga: Cerpen: Pulang

Akupun mengerti makna tatapanmu. Dan, di sela-sela renyah tawa, sepasang mata indah milikmu lenyap di balik kelopak matamu. Saat aku berkisah tentang pesawat tempur yang tak pernah kulihat mendarat di bandara.

"Tak adakah kisah lain tentang langit?"

Genggam jemarimu, menyertai bisik lirihmu di telingaku. Saat itu, kubiarkan bisu bertamu di ruang dan waktu. Haruskah aku ceritakan padamu, jika langit adalah tempat persembunyian paling suci dari rasa sakit?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan