Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... Administrasi - ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Dialog

4 Juni 2021   15:34 Diperbarui: 4 Juni 2021   15:55 943
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Imajinasi (sumber gambar: pixabay.com)

"Kau ingin menulis senja?"

Satu pertanyaan melesat ke liang telingaku. Selain langit tanpa senja, dan embusan angin yang mengusap tirai jendela. Tak seorang pun ada di dekatku.

Satu-satunya sumber suara, berasal dari gemercik butiran hujan. Berjatuhan di atap, dan terhempas pada bebatuan kerikil di halaman.

"Tinggalkan senja!"

Lagi, satu perintah berdengung seperti sekawanan lebah pemburu putik bunga. Kali ini, tak lagi mengiang di liang telinga. Tapi memantul di  rongga kepala.

"Lupakan hujan!"

Plak! Plak!

Tanpa aba-aba, tangan kananku menepuk telinga kananku. Tak berjeda, satu pukulan dan satu rasa perih menyusul di telinga kiri. Hangat menyebar di kedua pipi, dan bermuara di sudut mata.

"Berhentilah menulis airmata. Klise!"

***

"Menulis tentang apa?"
"Kopi. Boleh, kan?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun