Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... Administrasi - ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Menakar Dinamika Whatsapp Grup dan Filosofi "Aja Adigang, Adigung, Adiguna"

3 Juni 2020   20:26 Diperbarui: 5 Juni 2020   12:05 841
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menakar dinamika yang kerap tercipta di grup WhtasApp|Illustrasi: Pixabay.com

Kedua. WA Grup Rekan Sekerja.

Idealnya, grup ini adalah untuk memudahkan komunikasi, koordinasi dan delegasi dalam hal menyelesaikan beban kerja, kan?

Suasana grup, biasanya sedikit formal, apalagi jika ternyata di dalam grup, salah satu anggota yang terdaftar adalah "The Big Boss".

Akan ada saja "upaya-upaya ajaib" yang ditunjukkan anggota grup. Ada saja anggota yang bersikap selalu siaga 1, yang ngeyelan, atau malah memilih diam sejak awal grup dibentuk. Lebih memilih menjadi penyimak sejati.

Tingkat keaktifan berdasarkan momentum. Bisa saja beberapa lama akan sepi, jika dianggap memang tak ada kepentingan. Yang aktif? Lebih didominasi oleh atasan. Walau merasa diawasi, Namun mobilitas keluar-masuk anggota bisa dikatakan jarang terjadi.

Ketiga. WA Grup Keluarga.

Tujuannya jelas. Merekat erat pertalian keluarga. Walau terkadang, "kehangatan" itu akan dirasakan ketika suasana liburan, atau seperti momen lebaran. Akan mengalir saling komentar, atau berbagi cerita atau foto keluarga.

Keceriaan grup, juga akan tiba-tiba berubah, ketika ada yang berbagi kabar duka. Namun bisa juga menjadi "tegang" saat semua anggota mengetahui, jika ada permasalahan dari salah satu anggota keluarga. Walau tak dibahas secara lugas di grup!

Jika pun ada "perselisihan", biasanya yang tertua atau yang dituakan akan bergerilya menjalin komunikasi sebagai penyambung lidah. Agar keutuhan keluarga apalagi ketika berkomunikasi di grup, tetap terjaga.

Pertalian darah, rasa hormat dan segan atau sungkan, membuat anggota grup jarang ada yang keluar-masuk. Keutuhan bersama menjadi kesepakatan dalam diam.

Illustrated by pixabay.com
Illustrated by pixabay.com
Keempat. WA Grup Organisasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun