Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Jejak Hujan

7 November 2019   23:58 Diperbarui: 7 November 2019   23:59 0 47 10 Mohon Tunggu...
Puisi | Jejak Hujan
Illustrated by pixabay.com

Di beranda, hujan duduk bertamu.
Mengajak angin berbincang jejak-jejak lampau. tentang kisah-kasih usang kemarau yang masih menyimpan sisa-sisa risau. Juga tentang keluh kesah kehilangan yang menyiram benih-benih kesepian.

Apakah engkau mengundangku hanya untuk melukaiku? Atau kau ingin aku melukai seseorang yang membencimu?

Terpaku, hujan diam membatu.
Kembali terbayang wajah-wajah lugu yang menekan perih sembilu. Berkali terdengar suara-suara lantang tercekat di lorong bisu. Membiarkan angin menaklukkan ragu yang menagih rindu.

Di beranda, tak lagi ada yang bertamu.
Hujan pergi meninggalkan keinginan yang terluka. Dan jejak airmata.

Curup, 07.11.2019
zaldychan

KONTEN MENARIK LAINNYA
x