Mohon tunggu...
zaldy chan
zaldy chan Mohon Tunggu... Administrasi - ASN (Apapun Sing penting Nulis)

cintaku tersisa sedikit. tapi cukup untuk seumur hidupmu

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

[Event Cerita Mini] Layang-layang Pertamaku

7 Juli 2019   16:11 Diperbarui: 7 Juli 2019   23:46 587
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
illustrated by pixabay.com

"Eh, nanti..."

"Memang sudah copot!"

Tak bicara, Iwan segera membelah bambu menjadi tiga bagian. Dalam diam, kembali bertiga sibuk meraut. Seakan berlomba, maka telah tersedia tiga kerangka layangan karya anak kelas dua SD. Wajah puas tersaji, membuat layang-layang sendiri, agar segera diakui sebagai laki-laki. Bertiga sepakat, istirahat. Saat hujan turun disertai angin kencang mewarnai siang jelang sore itu.

 Ternyata, Istirahat adalah pilihan keliru! Canda dan tawa akibat bergelut, seketika terhenti. Saat kertas minyak untuk membuat layangan, diterbangkan angin ke halaman dan basah oleh hujan. Tak ada ucapan yang dikeluarkan, pun tak ada telunjuk yang diacungkan. Eri dan Iwan terdiam. Aku segera mencari ibu.

"Minta duit, Bu? Mau beli kertas minyak!"

"Kan tadi, ada?"

"Kena air hujan!"

"Koran!"

"Hah? Emang bisa?"

"Coba dulu!"

Kuturuti usulan ibu dengan sedikit kesal. Kedua kawanku tertawa, saat aku keluar dari dalam rumah. Dengan lipatan koran bekas. Eri menatapku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun